Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

POM Cermati Peredaran Parsel

3 Jumat, 20 Des 2024, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
POM Cermati Peredaran Parsel POM Cermati Peredaran Parsel Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Ket. Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta menunjukkan sejumlah sampel bahan pangan berbahaya di pasar swalayan kawasan Terogong, Jakarta Selatan, Kamis (19/12).

JAKARTA – Setiap hari-hari besar keagamaan tentu diikuti peredaran bingkisan berupa parsel atau hamper. Demi keamanan konsumen, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta mengawasi peredaran parsel dan hamper makanan menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2025.

“Menjelang hari raya Natal penawaran dan permintaan pasti akan tinggi untuk parsel dan hamper. Kami perlu mengawasi keamanannya,” kata Kepala BBPOM Jakarta, Sofiyani Chandrawati, Kamis. Dia merasa penting untuk memeriksa mutu dan keamanan makanan kemasan.

Sofiyani menegaskan, terus fokus mengawasi produk tanpa izin edar. Sebab menjelang hari besar biasanya banyak produk rusak atau kedaluarsa dari impor. Menurutnya, lantaran permintaan tinggi, ada dugaan para pelaku usaha memanfaatkan situasi. Mereka menjual barang-barang yang sebetulnya sudah rusak atau kedaluarsa.

Jika ditemukan produk tanpa izin edar, kedaluarsa, atau kemasan rusak, akan diturunkan dari etalase dan dimusnahkan di tempat. Adapun pengawasan pangan rutin ini sudah memasuki tahap ketiga sejak November dan akan berlangsung hingga Januari 2025.

Kegiatan itu tidak hanya meliputi pengawasan produk minuman dan makanan yang terpapar zat berbahaya, kemasan tak layak,tanpa izin edar serta kedaluwarsa, tetapi juga diperiksa terkait alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya.

Sebanyak 23 sarana distribusi termasuk bidang toko daring (marketplace) juga masuk dalam pengawasan BBPOM Jakarta. Hingga kini, Sofiyani memastikan tidak ditemukan pangan berbahaya yang terpapar zat seperti formalin, rhodami, dan boraks.

BBPOM Jakarta mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dalam berbelanja makanan dan obat-obatan. Warga perlu menjalankan metode “cek klik.” Tujuannya, untuk mengecek kemasan, label, izin edar dan kedaluarsa. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.