Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan 8 Persen, Pengamat: Konsumsi Masih Rendah

📅 Rabu, 11 Des 2024, 12:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan 8 Persen, Pengamat: Konsumsi Masih Rendah Doc: istimewa
Ket. Ekonom Celios Nailul Huda, menegaskan ketika konsumsi hanya tumbuh 5-6 persen, cukup berat untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen

JAKARTA-Peneliti Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mengatakan, pertumbuhan konsumsi menjadi penyangga utama pembentukan PDB (produk domestik bruto). 

"Tetapi, ketika hanya tumbuh 5-6 persen, saya rasa cukup berat untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen,"ujar Huda, Rabu (11/12).

"Jadi memang harusnya genjot konsumsi rumah tangga dengan berbagai stimulus,"ucapnya lagi.

Selain pertumbuhan konsumsi yang minim, ekspor kita juga papar Huda relatif rendah kontribusinya terhadap PDB. 

Diakuinya, investasi memang bisa meningkatkan, namun kita butuh 45 ribu triliun rupiah lebih guna mencapai pertumbuhan ekonomi di kisaran 6 persen hingga 5 tahun ke depan. Itu tentu angka yang sangat besar mengingat saat ini investasi Rp2 ribu triliun saja belum bisa tercapai.

Investasi memang menjadi perhatian juga sebab selama ini yang banyak masuk cenderung padat modal, bukan padat karya. Tentu dampaknya serapan pekerja minim sehingga tidak kuat mendorong konsumsi rumah tangga yang menjadi penopang PDB.

Kalaupun ada investasi padat karya, lebih cenderung diputar di dalam negeri saja. Misalnya jika sebelumnya pabriknya di Banten kini dipindahkan ke Jawa Tengah untuk menghindari upah tinggi sehingga kata Huda, tidak bisa disebut sebagai investasi baru. 

Tentu berbeda efek ekonominya jika investasi yang masuk memang baru berasal dari luar atau adanya realokasi pabrik dari negara negara luar, bukan hanya pergeseran antarprovinsi di dalam negeri. Sebab, bakal ada serapan tenaga kerja baru.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan skenario yang dirancang pemerintah untuk membawa Indonesia mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen, sebagaimana ditargetkan Presiden Prabowo Subianto. Untuk mengejar target tersebut, Menko Airlangga menjelaskan bahwa konsumsi, investasi, dan ekspor akan menjadi pilar utama. 

Pemerintah menargetkan agar sektor konsumsi tetap dijaga pada rentang pertumbuhan 5-6 persen, investasi dibidik tumbuh 10 persen, serta ekspor didorong tumbuh 9 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.