Atasi Kepunahan Spesies dengan Teknologi Assisted Reproductive Technology
📅 Selasa, 10 Des 2024, 20:36 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: ist
JAKARTA - Banyak spesies di Indonesia kini terancam punah. Perlu upaya menyelamatkan spesies-spesies tersebut dari jurang kepunahan, dengan kolaborasi antara pemerintah dengan berkolaborasi bersama berbagai pihak.
Kasubdit Pengawetan Spesies dan Genetik di Direktorat Konservasi, Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik KLHK, Badiah, memberi contoh beberapa satwa Indonesia yang kini terancam punah adalah badak sumatra, badak jawa, gajah, orang utan, dan harimau sumatra.
Menurut Badiah, ada dua faktor utama penyebab terancamnya atau hilangnya keanekaragaman hayati. “Hilangnya keanekaragaman hayati adalah karena degradasi habitat dan juga perburuan liar, yang itu jelas antropogenik,” jelas Badiah dalam acara Forum Bumi yang digelar oleh Yayasan Kehati dan National Geographic Indonesia di Jakarta pada hari Kamis (5/12).
Yang Badiah maksud sebagai antropogenik adalah dua faktor utama di atas muncul akibat ulah atau aktivitas manusia. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan kata antropogenik sebagai bersifat buatan manusia.
Dalam Forum Bumi edisi ketiga yang bertajuk Beragam Spesies Terancam Punah, Bagaimana Nasib Satwa dan Puspa Indonesia? Badiah menjelaskan berbagai upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menyelamatkan spesies-spesies tersebut dari jurang kepunahan. Upaya-upaya itu dilakukan pemerintah dengan berkolaborasi bersama berbagai pihak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk badak sumatra, upaya yang sudah dilakukan adalah berupa pengembangbiakkan spesies tersebut secara semi alami. Upaya pengembangbiakkan itu dilakukan di Sumatran Rhino Sanctuary (SRS) di Taman Nasional Way Kambas.
“Itu kita sudah berhasil melahirkan lima anak badak. Setiap tahun satu. Nah itu adalah upaya untuk mengembangbiakkan secara semi alami karena kalau kita biarkan di kawasan Taman Nasional tanpa ada ring-ringnya itu, perburuan masih ada,” tutur Badiah.
Ia menuturkan pertemuan antara heran jantan dan betina itu harus difasilitasi untuk lebih sering bertemu supaya terjadi perkawinan. Pihaknya sedang menginisiasi untuk pengembangbiakkan dengan menggunakan Assisted Reproductive Technology (ART) dan Bio Bank.
Sebaiknya Anda baca juga:
ART merupakan teknologi reproduksi berbantuan yang digunakan untuk mendapatkan kehamilan. Prosedurnya yang digunakan berupa pengobatan fertilitas, fertilisasi in vitro (bayi tabung/IVF), dan surogasi.
“Kalau untuk badak jawa, di samping memperketat perlindungan dan pengamanannya, kita juga sedang membuat jaringan namanya Javan Rhino Sanctuary yang nantinya juga dengan pola pengembangbiakan semi alami, harapannya keanekaragaman genetiknya itu bisa diselamatkan untuk keberlangsungan populasinya yang lebih panjang,” tutur Badiah lagi.
Ia menambahkan, terkait dengan gajah sumatra, pemerintah sudah mengidentifikasi dan memverifikasi banyaknya konflik antara manusia dan gajah. Salah satunya penguatan regulasinya yang di tahun 2023 terbit Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2023 karena banyaknya jerat, banyaknya konflik itu.
Inpres tersebut bersama Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024, menurut Badiah, dibuat agar seluruh sektor “memperhatikan sebaran atau kantong-kantong habitat dari spesies yang terancam punah itu agar tidak banyak terjadi konflik.” Peraturan tersebut diharapkan juga mampu mengurangi jumlah konflik antara manusia dan harimau sumatra.
Apa sebenarnya dampak dari hilangnya atau terganggunya keanekaragaman hayati di bumi? “Pandemi Covid-19 itu bisa menjadi pembelajaran sebenarnya buat kita bahwa itu terjadi ya karena ada yang hilang dari keseimbangan ekosistem tadi,” kata Badiah.
Selain itu, pada dasarnya, setiap spesies memiliki fungsi dan perannya masing-masing bagi kesehatan ekosistemnya. Hilangnya satu spesies saja bisa mengganggu rantai makan, jaring-jaring makanan, hingga ekosistem.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!