Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rezim Suriah Digulingkan, Biden Minta Assad untuk 'Bertanggung Jawab'

📅 Senin, 09 Des 2024, 09:07 WIB | Oleh: Tim Penulis

Kepergian Assad dilaporkan terjadi kurang dari dua minggu setelah kelompok Islam Hayat Tahrir al-Sham (HTS) menantang lebih dari lima dekade kekuasaan keluarga Assad dengan serangan pemberontak kilat yang menghancurkan garis depan yang telah lama membeku dalam perang saudara Suriah.

Pada hari Minggu, mereka mengumumkan telah merebut Damaskus dan Assad melarikan diri, yang memicu perayaan nasional dan penjarahan rumah mewah Assad.

Sebuah sumber Kremlin mengatakan kepada kantor berita Russia bahwa pemimpin yang digulingkan dan keluarganya kini berada di Moskow.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyuarakan optimisme Biden, dengan mengatakan bahwa "setelah 14 tahun konflik, rakyat Suriah akhirnya punya alasan untuk berharap."

Ia juga menegaskan kembali perlunya keadilan dan kewaspadaan.

"Kami akan mendukung upaya internasional untuk meminta pertanggungjawaban rezim Assad dan para pendukungnya atas kekejaman dan pelanggaran yang dilakukan terhadap rakyat Suriah, termasuk penggunaan senjata kimia."

Salah satu kekhawatiran yang menonjol adalah nasib persediaan senjata pemerintah Suriah, dan apakah senjata tersebut akan jatuh ke tangan pemberontak.

"Kami mengambil langkah-langkah yang sangat bijaksana dalam hal itu," kata seorang pejabat senior pemerintah AS kepada wartawan, Minggu.

Militer AS memiliki "keakuratan yang baik" mengenai lokasi senjata kimia, kata pejabat tersebut, menekankan bahwa "kami melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan secara bijaksana bahwa bahan-bahan tersebut... jelas tidak tersedia bagi siapa pun atau dirawat dengan baik."

Damaskus telah dituduh beberapa kali menggunakan senjata kimia, tuduhan yang dibantahnya.

Militer AS memiliki sekitar 900 tentara di Suriah dan 2.500 di Irak sebagai bagian dari koalisi internasional yang dibentuk pada tahun 2014 untuk membantu memerangi kelompok jihad ISIS.

Serangan udara Israel secara rutin telah menyerang target-target di negara itu, termasuk target yang terkait dengan milisi yang didukung Iran. Teheran merupakan pendukung utama pemerintahan Assad.

Biden juga mengonfirmasi bahwa otoritas AS yakin jurnalis Amerika Austin Tice, yang diculik di Suriah pada tahun 2012, masih hidup, tetapi mereka belum "mengidentifikasi di mana dia berada."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.