Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menko PMK: Konsep“One Health” Cegah Resistensi Antimikroba

📅 Senin, 09 Des 2024, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menko PMK: Konsep“One Health” Cegah Resistensi Antimikroba Doc: Koran Jakarta/M. Fachri

Pemerintah menekankan pendekatan One Health untuk mencegah penyakit yang disebabkan resistensi antimikroba. Konsep ini merupakan pendekatan terpadu untuk meningkatkan kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan.

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menekankan pendekatan One Health dalam upaya pencegahan penyakit yang disebabkan resistansi antimikroba di Indonesia.

Konsep One Health merupakan pendekatan terpadu untuk meningkatkan kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan.

1733673528_a8160929da0bb6e14d46.jpg

PUNCAK Pekan KESADARAN RESISTANSI ANTIMIKROBA SEDUNIA lMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mencoba melakukan pertolongan pertama saat Acara Puncak Pekan Kesadaran Resistensi Antimikroba Sedunia/World Antimicrobial Awareness Week (WAAW) 2024 di Jakarta, Minggu (8/12). Dalam acara yang mengangkat tema “Antimikroba Bijak, Cegah Resistansi, Cegah Silent Pandemic – Educate, Advocate, Act Now!” tersebut Menkes mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak membeli ­antibiotik tanpa resep dokter.

“Pendekatannya tidak semata-mata dalam aspek kesehatan semata, tapi menyeluruh yang kita sasar adalah pendekatan One Health,” kata Pelaksana Tugas Deputi III Kemenko PMK Nunung Nuryantono, ditemui dalam kegiatan puncak peringatan Pekan Kesadaran Resistansi Antimikroba Sedunia 2024 di Jakarta, Minggu (8/12).

Nunung menekankan masyarakat seluruhnya harus dapat memahami dengan baik terkait penggunaan antibiotik.

Oleh karena itu, salah satu upayanya adalah dengan melakukan sosialisasi secara masif terkait resistansi antimikroba, yang salah satunya diwujudkan melalui gelaran puncak peringatan Pekan ­Kesadaran Resistansi Antimikroba Sedunia 2024.

Sebaiknya Anda baca juga:

“Silent Pandemic”

Dalam kesempatan yang sama Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menjelaskan resistansi antimikroba merupakan hal yang tidak dianggap remeh, karena gejala ini dapat menyebabkan silent pandemic yang bisa menggugurkan nyawa banyak orang.

“Banyak yang meninggal karena sepsis di rumah sakit, sepsis ini karena infeksi, nah infeksi itulah yang diberikan antibiotik. Kenapa meninggal? Karena antibiotik yang diberikan sudah tidak cocok, tidak mempan lagi,” ujarnya.

Menkets Budi menjelaskan antibiotik yang tidak mempan itulah yang disebut sebagai resistansi antimikroba, yang salah satu diantaranya disebabkan oleh pemberian antibiotik yang tidak sesuai dengan dosisnya.

Sehingga,alih-alih bakterinya terbunuh oleh antibiotik, namun justru bakteri tersebut bertambah kebal dan menjadi resistan terhadap antibiotik.

“Ini yang harus hati-hati, tubuh manusia jangan sampai resistan terhadap patogen atau kuman tertentu karena (diakibatkan) pemberian antibiotik yang salah,” ucap Menkes.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.