Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pegiat Literasi Nilai Perjenjangan Buku Bantu Memudahkan Orang Tua

📅 Jumat, 15 Sep 2023, 10:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pegiat Literasi Nilai Perjenjangan Buku Bantu Memudahkan Orang Tua Doc: Dok. Kemendikbudristek

Kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam mendorong kemampuan literasi sebagai kemampuan dasar yang dimiliki peserta didik di Indonesia mendapatkan apresiasi dari sejumlah pemangku kepentingan. Kebijakan yang tertuang dalam perjenjangan buku ini semakin memudahkan bagi orang tua murid untuk memberikan bacaan yang sesuai dengan kemampuan anaknya.

Pegiat literasi serta inisiator Buibu Baca Book Club, Puty Puar, mengatakan selama ini orang tua sering kali mengalami kebingungan dalam memilihkan buku bacaan untuk anak. Dengan adanya perjenjangan buku, orang tua dapat lebih mudah mengidentifikasi buku yang sesuai dengan kemampuan dan keterampilan anak dalam membaca.

"Bagus banget buku diberikan kategorisasi melalui perjenjangan buku. Selama ini sering kali banyak orang tua yang bingung dan bertanya memilih buku buat anak itu bagaimana. Karena kalau anak yang belum terbiasa membaca diberikan buku dengan kata yang terlalu panjang akan cepat discouraged. Tetapi jika buku terlalu mudahpun anak akan cepat bosan," kata Puty, di Jakarta (14/9).

Perjenjangan buku merupakan padu padan antara buku dan pembaca yang disesuaikan dengan kemampuan membacanya. Perjenjangan buku memiliki dua karakteristik, yakni buku ramah cerna (decodable book) dan buku berjenjang (leveled book). Adapun klasifikasi dalam perjenjangan buku memiliki lima tingkatan besar, dimulai dari jenjang A untuk klasifikasi pembaca dini hingga jenjang E bagi klasifikasi pembaca mahir.

Pegiat literasi, Sofie Dewayani, menambahkan literasi adalah kecakapan untuk berpikir yang berangkat dari kemampuan seseorang untuk memahami, menganalisis, mengevaluasi dan merefleksikan teks bacaan. Untuk menjadikan anak yang memiliki kemampuan literasi, maka harus diawali dengan menumbuhkan motivasi atau minat membacanya terlebih dulu.

"Tidak mungkin seseorang mampu membaca apabila tidak ada minat. Maka dari itu, perjenjangan buku ini sangat bermanfaat karena setiap anak dengan kemampuan membacanya akan mendapatkan buku yang tepat untuknya. Setelah itu, anak-anak pun akan senang datang ke sekolah serta senang untuk melihat-lihat dan memilih buku sendiri, sehingga motivasi belajarnya pun meningkat," jelas Sofie.

Dampak positif dari kebijakan perjenjangan buku juga dirasakan langsung Kepala Sekolah SD Negeri Iyameli, Alor, Nusa Tenggara Timur, Via Wata Legimakani.

"Dengan adanya program perjenjangan buku ini, saya rasa akan ada perubahan baik di daerah terpencil, khususnya di daerah saya," ujar Legimakani.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, menjelaskan saat ini Kemendikbudristek banyak mengembangkan buku. Tidak hanya buku teks, tetapi juga buku bacaan. Buku-buku tersebut juga sudah melalui proses kurasi dan perjenjangan buku.

"Jadi tinggal mencocokkan buku untuk membaca level apa, apakah pembaca dini, atau sudah pembaca madya, atau sudah pembaca mahir. Kemendikbudristek punya laman buku.kemdikbud.go.id yang isinya bukan hanya buku teks, tapi juga ada buku-buku bacaan yang menarik," tutup Anindito.

(IKN/TSR)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.