Sudah Belanja Masalah, Menteri Karding Minta Tim Reaksi Cepat KP2MI Gesit Urus Pekerja Migran
Sabtu, 07 Des 2024, 08:40 WIBJAKARTA â Tim Reaksi Cepat Pelindungan Pekerja Migran Indonesia diresmikan oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding. Peresmian berlangsung di Aula KH Abdurrahman Wahid, Kantor KemenP2MI, Jakarta Selatan, Jumat (6/12).Â
Setelah menjadi Menteri P2MI/Kepala BP2MI, dirinya telah melakukan âbelanja masalahâ, yakni mengumpulkan kendala pekerja migran Indonesia, apa saja yang tengah terjadi di lapangan.
âTernyata banyak sekali kendala-kendala terkait pekerja migran Indonesia. Saya ingin Tim Reaksi Cepat ini dibentuk untuk mengurai masalah-masalah yang terjadi, tidak hanya di pusat, tetapi di tingkat daerah,â ujarnya.
Dari data yang dimiliki, pada 2017, sebanyak 4,3 juta pekerja migran Indonesia yang berangkat tidak tercatat. Artinya berangkat secara tidak resmi, tanpa persyaratan yang ditentukan.
âMungkin jumlahnya bisa sampai lebih dari 5,6 juta tahun ini. Artinya musibah yang menimpa pekerja migran juga semakin bertambah. Ini kesempatan bagi KemenP2MI untuk memperbaiki tata kelola penempatan, dimulai dari program Tim Reaksi Cepat ini,â ucapnya.
Tim Reaksi Cepat ini, menurut Karding adalah program unggulan pertama yang diusung KemenP2MI. Agar tim ini dapat berjalan secara efektif, Karding memberi arahan kepada Irjen Ketut Suardana sebagai penanggung jawab tim, untuk menentukan goals dan target yang dapat dipertanggung-jawabkan.
âJika goals dan target sudah ditentukan dan jalan, maka harapan saya tim ini dapat menciptakan efek domino dan ekosistem pelindungan pekerja migran Indonesia yang lebih baik,â harap Karding.Â
Karding menyatakan, lembaga ini telah bertransformasi semakin besar dari badan menjadi kementerian. Otomatis wewenang yang dimiliki pun semakin besar. Ia mewanti-wanti jajarannya berintegritas karena godaan pun semakin besar.Â
âJangan main-main di ranah tempat orang mencari kerja. Mereka, pekerja migran Indonesia mengadu nasib di negara orang, meninggalkan keluarga mereka, dengan modal dan waktu yang tidak sedikit. Maka jangan coba-coba cari penghasilan tambahan dengan cara-cara licik, gratifikasi, dan lain sebagainya,â pungkasnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Pertama dalam Sejarah, Indonesia-Kanada Sepakati Kerja Sama Pengiriman PMI Tenaga Medis
-
Operasi Keselamatan Agung, Polda Bali Utamakan Tindak lewat ETLE
-
Bebani Pekerja Migran, Kemen P2MI Minta BI Benahi Remitansi Pekerja Migran
-
Diduga Jadi Korban TPPO di Arab Saudi, PMI Asal Jabar dibantu BP2MI Laporkan Kasus ke Polda
-
Khawatir Jadi Modus Tenaga Kerja Murah, Menteri Karding bakal Atur Magang di Luar Negeri
-
Dijanjikan Kerja di Malaysia, Perempuan Asal Sangihe Diamankan di BP3MI Batam Sebelum Naik Kapal
-
Modus Kunjungan Keluarga, 11 Orang Dicegat BP3MI Kepri Saat Hendak Bekerja Ilegal di Malaysia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.