Hungaria Terancam Gelap Gulita akibat PLTN Paks Kekeringan

Senin, 03 Agu 2026, 16:26 WIB

BUDAPEST - Kekeringan yang ditimbulkan gelombang panas ekstrem membuat tinggi muka air di Sungai Danube turun dan mengancam penghentian total operasional pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Paks, demikian disampaikan Perdana Menteri (PM) Hungaria Peter Magyar, Minggu (2/8) waktu setempat.

Kepada saluran televisi komersial lokal, RTL, Magyar memperingatkan operasional PLTN Paks berpotensi berhenti selama lebih dari sebulan. Ia menyampaikan turbin terakhir yang masih beroperasi di fasilitas berkapasitas 2.000 MW tersebut kemungkinan akan dihentikan antara pada Minggu (2/8) malam atau Senin (3/8) waktu setempat.

Ket. Foto: — Sumber: Getty Images

Penghentian total pembangkitan listrik di Paks, yang menyumbang hampir separuh dari produksi listrik dalam negeri Hungaria, akan menjadi penghentian operasi total pertama dalam sejarah 44 tahun PLTN tersebut.

Magyar sebelumnya menjelaskan melalui media sosial bahwa peraturan keselamatan nuklir yang ketat mengharuskan penghentian operasi tersebut akibat permukaan air sungai yang mencapai rekor terendah, yang berdampak pada ketersediaan air untuk sistem pendinginan. Dia meyakinkan publik bahwa keselamatan nuklir tetap sepenuhnya terjamin, dengan sekira 50 pakar pengelolaan air dikerahkan untuk membantu personel PLTN Paks menjaga keberlangsungan operasi sistem pendingin.

Krisis energi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini melanda Hongaria saat negara itu bersiap menghadapi suhu yang mencapai 40 derajat Celsius atau lebih selama "lima hari paling krusial" ini, yang memberikan tekanan sangat besar pada jaringan kelistrikan nasional.

Pemerintah Hongaria telah memberlakukan langkah-langkah darurat untuk menjaga stabilitas jaringan listrik. Berdasarkan dekret yang mulai berlaku pada Sabtu (1/8), pengurangan konsumsi listrik wajib dapat diberlakukan terhadap konsumen industri besar jika diperlukan.

Namun, Magyar menekankan bahwa upaya penghematan secara sukarela yang dilakukan oleh dunia usaha dan masyarakat sejauh ini telah membantu menghindari pemberlakuan pembatasan wajib. Sejumlah perusahaan besar, termasuk MOL, Audi, dan Gedeon Richter, telah berkomitmen untuk mengurangi konsumsi secara signifikan.

Hampir 300 perusahaan berkomitmen untuk melakukan pengurangan secara sukarela pada Senin, bersama dengan sejumlah perusahaan milik negara, sebagian besar dewan lokal, kelompok masyarakat sipil, dan gereja, katanya.

Guna menghemat listrik, penerangan dekoratif di landmark ikonik Budapest, termasuk Gedung Parlemen Hongaria, Kastel Buda, dan Jembatan Rantai, dimatikan pada Minggu (2/8) malam.

Langkah-langkah tambahan meliputi penghentian sebagian besar layanan angkutan barang via kereta pada pukul 17.00 hingga 22.00 mulai Senin, menyiagakan unit pembangkit listrik cadangan, serta memaksimalkan impor listrik.

"Jika Hongaria berhasil melewati lima hari yang paling krusial ini, suhu diperkirakan akan turun 5 hingga 7 derajat Celsius," kata Magyar, menambahkan bahwa pembatasan penggunaan listrik rumah tangga tetap menjadi pilihan terakhir mutlak untuk menjaga stabilitas sistem. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.