Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semoga Tidak Mundur, Belanda Pastikan Pemulangan Artefak Nusantara Sebelum Akhir Tahun

📅 Sabtu, 07 Des 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Semoga Tidak Mundur, Belanda Pastikan Pemulangan Artefak Nusantara Sebelum Akhir Tahun Doc: ANTARA/Nabil Ihsan
Ket. Wakil Menteri Budaya dan Media Belanda, Barbera Wolfensberger.

Jakarta - Wakil Menteri Budaya dan Media Belanda Barbera Wolfensberger memastikan bahwa artefak budaya dan sejarah Indonesia di Belanda yang dikembalikan ke Tanah Air dalam gelombang repatriasi ketiga akan tiba di Indonesia sebelum akhir Desember 2024.

“Gelombang repatriasi artefak Nusantara di Belanda akan tiba di Indonesia kira-kira pada pekan ketiga Desember, yang saya harap jadi kabar bahagia,” ucap Wolfensberger kepada ANTARA saat ditemui di Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta, Jumat.

Meski tak menyebut artefaknya secara rinci, Ia berkata bahwa akan ada seratusan objek sejarah yang dipulangkan dalam gelombang repatriasi terbaru ini. Objek tersebut sebelumnya dipamerkan di sejumlah museum di Belanda, termasuk di Kota Rotterdam.

Wamen Belanda menyambut baik kemajuan proses repatriasi artefak Nusantara yang masih ada di negaranya hingga kini karena menurutnya, benda-benda tersebut tak seharusnya dibawa keluar Indonesia sedari awal.

“Benda-benda tersebut seharusnya ada di sini, di Indonesia. Saya memandang baik ketika akhirnya kita bisa menyaksikan artefak sejarah Nusantara dalam konteks yang tepat, yaitu di negara asalnya,” kata Wolfensberger.

Proses repatriasi pun memberi momentum penguatan kerja sama Indonesia-Belanda di berbagai bidang, seperti permuseuman dan pendidikan arkeologi sebagaimana ditunjukkan para ahli dari kedua negara yang saling meneliti dan mempelajari asal-muasal serta sejarah dari artefak budaya Nusantara.

"Kita saling belajar, dan kami di Belanda pun belajar banyak dari ahli-ahli Indonesia soal artefak tersebut. Ini adalah proses yang membawa kita semua ke masa depan daripada sekadar berkutat pada masa lalu," tutur Wamen Belanda itu.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Kamis (5/12) mengungkapkan bahwa dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan, gelombang artefak berikutnya akan tiba di tanah air, termasuk koleksi penting dari Volkenkunde Museum di Belanda dan beberapa museum lainnya.

Di antara artefak yang menjadi prioritas repatriasi adalah keris milik Pangeran Diponegoro yang dikenal dengan dapur Nogo Siluman, serta keris milik Teuku Umar. Selain itu, jadi prioritas pula keris dari Madura dan keris-keris dari puputan Bali yang hingga kini belum kembali ke Indonesia.

Gelombang pertama repatriasi artefak Indonesia dari Belanda berlangsung pada pertengahan 2023, sementara gelombang kedua, di mana 288 objek terkait Puputan Badung pada 1906 dan arca Hindu-Buddha dari Jawa dikembalikan, berlangsung pada Oktober 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.