Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inilah Penyebab Budaya Indonesia Kerap Diklaim Negara Lain

📅 Sabtu, 07 Des 2024, 15:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Inilah Penyebab Budaya Indonesia Kerap Diklaim Negara Lain Doc: Antara/Elza Elvia
Ket. Pertunjukan Reog Ponorogo di HUT ke-79 Tahun PMI. Reog diduga sempat diklaim oleh Malaysia sebagai bagian dari kebudayaannya dalam beberapa acara budaya mereka.

JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai klaim budaya oleh negara tetangga terhadap sejumlah warisan budaya Indonesia adalah hal yang wajar terjadi, mengingat banyaknya masyarakat Indonesia yang bermigrasi dan membawa budaya ke negara lain.

"Hal tersebut menunjukkan pengaruh besar budaya Indonesia di dunia, termasuk negara-negara tetangga," kata Fadli Zon kepada Antara, saat ditemui di kantornya, Gedung E Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Kamis (5/12).

Lebih lanjut Fadli Zon mengatakan jumlah penduduk Indonesia besar, sekitar 280 juta jiwa, dan banyak yang bermigrasi ke negara tetangga. Kalau ada wayang di Malaysia, itu wajar, karena yang membawa adalah orang Jawa yang menetap di sana. Begitu juga keris atau budaya lainnya.

Ia juga menyebut fenomena serupa terlihat di Afrika Selatan, Suriname, hingga kawasan Pasifik.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa akar budaya Indonesia tetap kuat meski tersebar luas ke berbagai kawasan. Peradaban Indonesia juga disebut jauh lebih tua dibandingkan yang lainnya.

Adapun, penemuan-penemuan sejarah, seperti lukisan purba di Gua Leang-Leang yang diperkirakan berumur 52 ribu tahun, menjadi bukti bahwa peradaban Indonesia jauh lebih tua dibandingkan peradaban lainnya.

"Kita ini peradaban yang sangat tua. Dengan akar sejarah yang jelas, ini adalah identitas kita. Sebagai bangsa, kita harus bangga dan percaya diri dengan kekayaan budaya kita," ungkapnya.

Oleh karena itu, Menkebud Fadli mengajak masyarakat untuk tidak terlalu reaktif terhadap klaim budaya tersebut, tetapi memandangnya sebagai bentuk pengaruh budaya Nusantara yang telah menyebar melalui sejarah panjang migrasi.

"Yang penting, kita menjaga warisan budaya ini dengan baik dan terus memperkuat identitas kita sebagai bangsa besar," ujar Fadli.

Dengan hal itu, diharapkan kesadaran dan kebanggaan masyarakat terhadap budaya Indonesia dapat lebih ditingkatkan lagi serta menjadi landasan memperkuat karakter bangsa di tengah tantangan globalisasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.