Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hormati Keputusan Gus Miftah, Muhammadiyah Harap Kasusnya Berakhir dengan Baik

📅 Sabtu, 07 Des 2024, 10:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hormati Keputusan Gus Miftah, Muhammadiyah Harap Kasusnya Berakhir dengan Baik Doc: ANTARA/Luqman Hakim
Ket. Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman yang akrab disapa Gus Miftah menggelar konferensi pers di Ponpes Ora Aji, Sleman, DIY, Jumat (6/12/2024).

JAKARTA - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas menyatakan keputusan Miftah Maulana untuk mundur dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Umat Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan merupakan langkah yang patut dihormati.

"Hal yang dilakukan oleh Gus Miftah ini tentu patut kita hormati. Mudah-mudahan dengan telah adanya keputusan mundur dari Gus Miftah dari jabatannya, masalah ini akan bisa berakhir dengan baik," ujar Anwar Abbas saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (6/12).

Sebelumnya, Miftah Maulana menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden. Keputusan tersebut diambil setelah ucapan Miftah yang dinilai oleh sebagian kalangan sebagai merendahkan tukang es di acara pengajian menuai kritik publik.

Anwar Abbas mengatakan sebagai seorang dai yang sudah berpengalaman dan banyak menghadapi dinamika, Miftah Maulana tentu lebih paham apa yang terbaik bagi dirinya dan publik, terutama di tengah tekanan dan kritik yang begitu besar.

Menurutnya, Miftah memilih mundur untuk menghindari dampak yang lebih luas, terutama agar Presiden Prabowo Subianto tidak terseret oleh polemik yang muncul.

"Oleh karena itu sebagai ungkapan rasa cinta dan hormatnya kepada Presiden Prabowo maka Gus Miftah lebih memilih mundur dari jabatannya di pemerintahan," kata dia.

Anwar berharap dengan mundurnya Miftah dari jabatannya, permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak berlarut-larut.

Sebelumnya, Istana Kepresidenan menghormati keputusan pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman yang akrab disapa Gus Miftah yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden.

"Kita hormati keputusan beliau," kata Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi.

Hasan belum mendapat informasi apakah Miftah akan diganti karena keputusan itu merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

Sementara pendakwah Miftah Maulana berkukuh mempertahankan karakter dakwahnya kendati bakal lebih berhati-hati dalam memilih diksi.

"Karakter itu tetap akan saya pertahankan cuman dengan pemilihan kata dan diksi yang mungkin lebih berhati-hati," ujar Miftah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.