Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wakil Rakyat di DPR Tidak Peka soal Penolakan Kenaikan Tarif PPN 12%

📅 Jumat, 06 Des 2024, 02:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Tidak Paksakan

Menurut Rizal, yang paling rasional saat ini adalah pemerintah tidak memaksakan kenaikan PPN jadi 12 persen. Hal itu lebih rasional demi menghindari dampak lebih buruk ke ekonomi, baik berupa kenaikan harga harga barang hingga pelemahan daya beli masyarakat.

Sementara itu, peneliti ekonomi Core, Yusuf Rendi Manilet, mengatakan kekhawatiran itu cukup mendasar meskipun pemerintah telah menetapkan adanya barang tidak kena pajak yang terbebas atau dikecualikan dari PPN. Namun, potensi perubahan harga dari kenaikan tarif PPN juga bisa memberikan dampak yang relatif lebih luas.

“Apalagi kita tahu bisa memberikan dampak terutama untuk kelompok pendapatan menengah ke bawah,” kata Rendi.

Guru Besar Fakultas Bisnis dan Ekonomi (FBE) Universitas Katolik Atmajaya Yogyakarta, Aloysius Gunadi Brata, juga menyarankan pemerintah menunda penerapan kenaikan tarif PPN menjadi 12 persen di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi yang masih membayangi hingga tahun depan.

Menurutnya, kenaikan tidak hanya berisiko secara ekonomi, tetapi juga dapat memicu dampak sosial yang merugikan masyarakat luas.

“Dalam situasi sekarang yang masih belum menentu, bahkan sampai tahun depan, sebaiknya kenaikan PPN ke tarif 12 persen tidak diterapkan,” pungkas Aloysius.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

57 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...
Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.