Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Partai Berkuasa Korsel: Presiden yang 'Berbahaya' Harus Disingkirkan

📅 Jumat, 06 Des 2024, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Laporan media mengatakan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin membatalkan rencana kunjungan ke Korea Selatan minggu depan.

Investigasi

Tim investigasi polisi khusus yang beranggotakan 120 orang telah dibentuk untuk menyelidiki tuduhan pemberontakan, kata polisi kepada AFP, yang diajukan oleh pihak oposisi terhadap Yoon dan sejumlah pejabat tinggi.

"Jika muncul bukti selama investigasi yang menunjukkan persiapan darurat militer kedua, kami akan menindaklanjutinya," kata petugas Kim San-ho, yang mengawasi investigasi tersebut, kepada AFP, seraya menambahkan saat ini tidak ada bukti adanya upaya darurat militer kedua.

Yoon, yang telah terjerumus dalam berbagai krisis sejak menjabat pada tahun 2022, belum terlihat di depan publik sejak pidatonya yang disiarkan televisi pada dini hari Rabu.

Pada hari Kamis, kantornya mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Kim Yong-hyun telah mengundurkan diri, tetapi sekutu penting lainnya, termasuk Menteri Dalam Negeri Lee Sang-min, tetap menjabat.

Jaksa juga telah melarang Kim meninggalkan negara itu, kantor berita Yonhap melaporkan.

Para anggota parlemen pada hari Kamis memeriksa tokoh-tokoh senior, termasuk kepala staf angkatan darat Jenderal Park An-su, yang bertindak sebagai komandan darurat militer Yoon.

Park mengatakan ia tidak diberi tahu sampai setelah presiden mengumumkan penerapan darurat militer melalui siaran langsung televisi pada Selasa malam.

Deklarasi ini merupakan yang pertama dalam lebih dari empat dekade di Korea Selatan dan membawa kembali kenangan menyakitkan tentang masa lalunya yang otokratis.

Langkah tersebut bertujuan untuk "melindungi Korea Selatan yang liberal dari ancaman yang ditimbulkan oleh kekuatan komunis Korea Utara dan untuk melenyapkan elemen-elemen anti-negara yang merampas kebebasan dan kebahagiaan rakyat," kata Yoon.

Pasukan keamanan menyegel Majelis Nasional, helikopter mendarat di atap, dan hampir 300 tentara mencoba mengunci gedung.

Namun, saat staf parlemen menghalangi para tentara dengan sofa dan alat pemadam kebakaran, cukup banyak anggota parlemen yang masuk dan menolak langkah Yoon.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.