Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengagetkan, Perludem Sebut Pilkada Sumut dan Jateng Diwarnai dengan Kecenderungan Mobilisasi Aparatur Negara

📅 Jumat, 06 Des 2024, 18:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengagetkan, Perludem Sebut Pilkada Sumut dan Jateng Diwarnai dengan Kecenderungan Mobilisasi Aparatur Negara Doc: ANTARA/HO
Ket. Ilustrasi: Pilkada Serentak 2024.

Jakarta - Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Ajid Fuad Muzaki mengatakan bahwa kecenderungan mobilisasi aparatur negara secara signifikan terjadi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di wilayah Sumatera Utara dan Jawa Tengah.

"Kecenderungan mobilisasi aparatur negara terlihat cukup banyak di Sumut dan di Jawa Tengah," ucap Ajid dalam acara bertajuk "Penyampaian Hasil Pemantauan Masa Kampanye, Hari Tenang dan Pemungut serta Penghitungan Suara", dipantau dari Jakarta, Jumat.

Modus yang digunakan dalam memobilisasi aparatur negara pun beragam, kata Ajid, seperti pertemuan terbatas para kepala desa dengan modus rapat, hingga sejumlah aparatur desa yang memberi dukungan secara langsung kepada salah satu pasangan calon.

"Di Tapanuli Selatan (Sumatera Utara), ini cukup viral, ya, sempat viral, ada sejumlah aparatur desa memberi dukungan secara langsung kepada salah satu paslon," ucap Ajid.

Kejadian tersebut menunjukkan bahwa mobilisasi aparatur negara di Sumatera Utara masih cukup signifikan terjadi pada Pilkada 2024.

Sementara itu, tutur Ajid melanjutkan, pada pilkada di Jawa Tengah juga terdapat pola yang sama dengan Sumatera Utara.

"Hasil dari temuan wawancara, terdapat dugaan kepala desa dan perangkat desa, serta pegawai instansi pemerintah untuk memenangkan salah satu paslonnya," ujar Ajid.

Oleh karena itu, baik di Sumatera Utara dan Jawa Tengah, terdapat pola mobilisasi aparatur negara yang hampir sama dalam rangka mengarahkan pemilih untuk memenangkan salah satu paslon.

Di sisi lain, untuk wilayah Jakarta, Ajid mengatakan masih diperlukan pendalaman yang lebih banyak.

"Mungkin karena di Jakarta pengawasannya lebih ketat dan masyarakatnya lebih terbuka," ucap Ajid.

Pernyataan tersebut ia sampaikan terkait dengan hasil pemantauan masa kampanye, hari tenang, pemungutan, dan penghitungan suara yang dilakukan oleh Perludem di tiga provinsi, yakni Sumatera Utara, Jakarta, dan Jawa Tengah.

Perludem menilai ketiga provinsi tersebut sebagai hot spot atau titik panas Pilkada 2024. Hal tersebut merujuk pada persaingan politisi-politisi besar di pemilihan gubernur Jakarta, ‘perang bintang’ di pemilihan gubernur Jawa Tengah, hingga pencalonan Bobby Nasution, yang merupakan menantu Presiden Ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi), di pemilihan gubernur Sumatera Utara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.