Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Untuk Bantu 190 Juta Warga di Tengah Krisis yang Memburuk, PBB Luncurkan Permohonan Dana 47 Miliar Dollar AS

📅 Kamis, 05 Des 2024, 16:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Untuk Bantu 190 Juta Warga di Tengah Krisis yang Memburuk, PBB Luncurkan Permohonan Dana 47 Miliar Dollar AS Doc: ANTARA/Xinhua/Mahmoud Zaki
Ket. Seorang warga Palestina terlihat di antara tenda-tenda pengungsi di stadion Al-Yarmouk di Kota Gaza, pada 24 November 2024.

New York - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (4/12) meluncurkan permohonan dana senilai 47 miliar dollar AS (1 dollar AS = Rp15.957) pada 2025 untuk membantu 190 juta orang di tengah berbagai krisis yang semakin memburuk di seluruh dunia.

"Pada 2025, 305 juta orang di seluruh dunia akan membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan darurat, seiring meningkatnya berbagai krisis dengan konsekuensi yang menghancurkan bagi mereka yang terdampak," kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) dalam laporan Global Humanitarian Overview yang baru saja dirilis.

Laporan tersebut menguraikan bahwa jumlah sebenarnya orang yang menjadi sasaran penerima bantuan tersebut adalah 189,5 juta orang. Pada 2024, sekitar 116 juta orang telah menerima bantuan.

"Dunia sedang dalam kondisi darurat," kata Tom Fletcher, wakil sekretaris jenderal PBB untuk urusan kemanusiaan dan koordinator bantuan darurat, dalam laporan tersebut, seraya menyebutkan bahwa dua penyebab utama krisis kemanusiaan global saat ini adalah hasil dari tindakan manusia.

Penyebab pertama adalah konflik, kata Fletcher, yang berlangsung lebih lama dan sangat berdampak pada anak-anak. Hampir 123 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat konflik tahun ini, menurut data PBB. Di segelintir negara, situasinya telah membaik, menurut laporan tersebut. Enam negara yang telah merespons keadaan darurat iklim dengan waktu terbatas akan menyelesaikan rencana atau permohonan respons kemanusiaan mereka per akhir 2024. Oleh karena itu, orang-orang yang membutuhkan di negara-negara tersebut tidak termasuk dalam dokumen ini.

Penyebab kedua yaitu keadaan darurat iklim, dengan kelompok masyarakat yang paling rentan menjadi yang paling terdampak, kata Fletcher, seraya menekankan bahwa dunia perlu menata ulang hubungannya dengan kelompok-kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

"Dengan tidak adanya tindakan yang berarti untuk mengakhiri dan mencegah konflik serta menghentikan pemanasan global, manusia akan menghadapi krisis yang semakin berkepanjangan," kata laporan tersebut.

Menurut perkiraan OCHA, durasi rata-rata rencana atau permohonan bantuan kemanusiaan saat ini mencapai 10 tahun. Sejumlah rencana atau permohonan, seperti di Republik Afrika Tengah, Chad, Republik Demokratik Kongo, Wilayah Palestina yang Diduduki, Somalia, dan Sudan, telah berlangsung secara kontinu selama lebih dari 20 tahun.

"Semakin lama krisis kemanusiaan berlangsung, semakin suram pula prospek masyarakat yang terdampak," katanya.

Meski demikian, situasinya tidak semuanya suram.

Di segelintir negara, situasinya telah membaik, menurut laporan tersebut. Enam negara yang telah merespons keadaan darurat iklim dengan waktu terbatas akan menyelesaikan rencana atau permohonan respons kemanusiaan mereka per akhir 2024. Oleh karena itu, orang-orang yang membutuhkan di negara-negara tersebut tidak termasuk dalam dokumen ini
Keadaan darurat iklim ini termasuk banjir di Burundi, Libya, dan Nepal, angin topan di Grenada dan juga Saint Vincent dan Grenadines, serta topan dan kekeringan di Madagaskar.

Laporan tersebut menyebutkan masih ada kerentanan yang signifikan. Hal tersebut menekankan perlunya investasi cepat dalam pengembangan yang dipimpin secara lokal dan pembiayaan iklim untuk membantu komunitas yang paling terdampak agar dapat beradaptasi dengan ancaman-ancaman di masa depan.

Kekurangan dana masih terus terjadi. Hingga 17 Oktober, permohonan dana bantuan global 2024 senilai 48,65 miliar dollar AS baru terpenuhi 35 persen, kata OCHA.

Global Humanitarian Overview merupakan penilaian tahunan atas kebutuhan kemanusiaan global dan cara meresponsnya. Dokumen ini memberikan gambaran umum mengenai sumber daya yang diperlukan untuk mendukung orang-orang yang menjadi sasaran penerima bantuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Trump Desak Zelensky Mundur di Tengah Serangan Russia yang Tewaskan 21 Orang

Trump Desak Zelensky Mundur di Tengah Serangan Russia yang Tewaskan 21 Orang

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.