Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sukses Diunduh 55 Juta Pengguna, PLN Mobile Jadi Percontohan Malaysia dan Thailand

📅 Selasa, 03 Des 2024, 14:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sukses Diunduh 55 Juta Pengguna, PLN Mobile Jadi Percontohan Malaysia dan Thailand Doc: Antara/ HO-PLN UIP Sulawesi
Ket. Ilustrasi - Penggunaan aplikasi PLN oleh pelanggan yang akan mendapatkan kemudahan, hemat dan murah.

JAKARTA – Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan aplikasi Super Apps PLN Mobile telah diunduh oleh 55 juta pengguna. Bahkan, hal itu menjadi percontohan bagi BUMN listrik di Malaysia dan Thailand.

Darmawan dalam agenda rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (3/12), mengatakan bahwa pengunduh aplikasi PLN Mobile mengalami peningkatan dalam waktu lima tahun terakhir, dari 500 ribu pengguna naik menjadi 55 juta.

"Ini adalah aplikasi yang termasuk yang tertinggi yang ada di Indonesia, ini adalah aplikasi dengan rating yang tertinggi. Dan download-nya saat ini sudah 55 juta download, dari tadinya 500 ribu," kata Darmawan.

Darmawan menyampaikan aplikasi PLN Mobile bahkan menjadi percontohan bagi Tenaga Nasional Berhad (TNB) yaitu BUMN listrik Malaysia dan Electricity Generating Authority of Thailand (EGAT).

"PLN Mobile ini mendapatkan apresiasi sebagai aplikasi digital nomor satu di Asia Tenggara untuk program kelistrikan. Dan termasuk bagaimana TNB dari Malaysia, EGAT dari Thailand, ini dijadikan percontohan, terutama untuk power utility," ujarnya.

Dia menyampaikan bahwa rating dari aplikasi tersebut saat ini juga meningkat drastis dari 2,5 menjadi 4,9 setelah dilakukan perbaikan layanan secara komprehensif.

Dia mengungkapkan bahwa rating aplikasi itu sempat berada rendah karena umpan balik dari pelanggan PLN berisikan keluhan dan komplain dari pelanggan karena petugas PLN tak kunjung melayani dan terlambat hingga 24 jam.

"Jadi pada waktu itu kami mengakui, kami bersedih, kami review. Review-nya rendah karena isinya adalah konsumen yang patah hati, punya masalah listrik, komplain melalui PLN Mobile, tetapi petugas kami tidak datang-datang, kalau datang pun terlambat bisa sampai 24 jam," terangnya.

Lebih lanjut, Darmawan mengatakan bahwa PLN telah berhasil mengubah sistem layanan dari yang sebelumnya terpecah-pecah, manual, dan lambat, menjadi digital, cepat, responsif, serta terukur.

Transformasi ini memungkinkan PLN membangun organisasi yang lebih sehat dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Peningkatan layanan ini tercermin pada aplikasi PLN Mobile, yang rating-nya terus naik dari 2,5 hingga mencapai 4,9. Proses perbaikan sistem dilakukan secara berkelanjutan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat Indonesia.

Dengan digitalisasi ini, PLN berkomitmen untuk menghadirkan layanan pelanggan yang lebih transparan, efisien, dan berkualitas tinggi.

"Ini adalah persembahan kami bagi rakyat Indonesia, bagaimana kami bisa melayani dengan lebih baik lagi. Pelayanan pelanggan haruslah ditingkatkan dengan mengubah proses manual yang berbelit, menjadikan proses digital yang transparan," kata Darmawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.