Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Turki Batalkan Pembelian Jet Tempur F-16 AS Demi Produk Lokal

📅 Kamis, 28 Nov 2024, 13:19 WIB | Oleh:
Turki Batalkan Pembelian Jet Tempur F-16 AS Demi Produk Lokal Doc: Istimewa
Ket. Dengan mengganti sistem-sistem utama Amerika dengan alternatif-alternatif dalam negeri, Turki tengah mengukir jalan menuju kemandirian.

ANKARA - ?Ankara baru-baru ini mengejutkan Amerika Serikat, dengan menolak membeli paket modernisasi F-16 milik Angkatan Udara Turki. Sebaliknya, Turki berencana untuk melakukan modernisasi dengan sumber dayanya sendiri, yang dikembangkan secara lokal dalam beberapa tahun terakhir.

“Fasilitas Industri Dirgantara Turki (TUSAS) kami mampu melaksanakan modernisasi ini sendiri, jadi kami serahkan kepada mereka,” tambah Menteri Pertahanan Turki, Guler.

Dari Bulgarian Military, mengingat bahwa setelah negosiasi panjang awal tahun ini, Amerika Serikat memberikan lampu hijau kesepakatan dengan sekutu North Atlantic Treaty Organization-nya ini untuk 40 jet tempur multiperan F-16 Fighting Falcon baru dan 79 perangkat modernisasi untuk armada F-16 Ankara yang sudah ada. Namun, minggu ini, Turki mengubah arah dan mengumumkan akan menghentikan pembelian perangkat tersebut


Melalui perpaduan antara kemajuan lokal dan program pertahanan yang tangguh, Turki telah mengembangkan sejumlah sistem dalam negeri yang berfungsi sebagai padanan fungsional, atau hampir padanan dengan komponen Amerika yang digunakan dalam peningkatan F-16.

Perkembangan ini mencerminkan keinginan Ankara untuk meningkatkan swasembada dan mengurangi ketergantungan pada pemasok asing, terutama mengingat adanya ketegangan geopolitik.

Aspek penting dari modernisasi F-16 melibatkan avionik, di mana Turki telah mengembangkan Komputer Misinya, yang disebut Özgün Aviyonik Sistem [OAS]. Sistem asli ini menggantikan Komputer Misi Modular Amerika dan menawarkan arsitektur fleksibel yang mampu mengintegrasikan senjata dan sensor baru.

OAS, yang dikembangkan oleh ASELSAN, memiliki arsitektur perangkat lunak terbuka, yang memungkinkan pemutakhiran yang lancar dari waktu ke waktu tanpa bergantung pada penyedia teknologi eksternal. Kemampuan ini penting bagi Turki, karena telah berupaya mengintegrasikan amunisinya sendiri, seperti rudal jelajah SOM-J dan perangkat bom berpemandu HGK, yang jika tidak demikian akan memerlukan sertifikasi Amerika untuk sistem yang disediakan AS.

Untuk sistem radar, Turki telah mengembangkan teknologi radar AESA (Active Electronically Scanned Array), yang merupakan tantangan langsung bagi sistem Amerika seperti AN/APG-83 SABR buatan Northrop Grumman. Radar MURAD AESA buatan ASELSAN, yang diluncurkan sebagai bagian dari proyek TFX generasi kelima Turki, juga sedang dipertimbangkan untuk dipasang pada F-16 yang sudah ada.

Radar ini menjanjikan jangkauan yang lebih baik, pelacakan multitarget, dan kemampuan peperangan elektronik. Meskipun belum dapat menyamai sejarah operasional sistem AS, MURAD merupakan langkah signifikan dalam pengembangan teknologi radar Turki.

Dalam bidang peperangan elektronik (EW), ASELSAN telah membuat langkah maju dengan sistem seperti SPEWS-II, perangkat peperangan elektronik perlindungan diri dalam negeri. Sistem ini menyediakan alternatif Turki untuk Perangkat Peperangan Elektronik Pertahanan Terpadu Canggih [AIDEWS] AN/ALQ-211 buatan AS.

SPEWS-II menawarkan kemampuan deteksi ancaman dan pengacauan yang ditingkatkan yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional khusus Angkatan Udara Turki. Integrasinya ke dalam F-16 Turki menggarisbawahi komitmen Ankara untuk mengurangi kerentanan yang dapat berasal dari ketergantungan EW asing.

Untuk peningkatan kokpit, Turki telah mengembangkan tampilan dan antarmuka avionik canggih, sebanding dengan yang ditemukan pada varian F-16V Block 70/72 milik Lockheed Martin.

Pekerjaan ASELSAN di bidang ini meliputi layar multifungsi beresolusi tinggi dan tampilan head-up [HUD] modern yang dirancang untuk meningkatkan kewaspadaan situasional pilot. Sistem ini memastikan kompatibilitas dengan sensor dan sistem persenjataan canggih, menjadikan F-16 yang ditingkatkan sebanding dengan pesawat tempur paling modern.

Integrasi sistem persenjataan merupakan area penting lainnya dari kemandirian. Portofolio amunisi lokal Turki yang luas telah mendorong peningkatan F-16-nya agar tidak lagi bergantung pada sistem Amerika.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

22 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.