Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkeu: Jamsos Salah Satu Cara agar Pekerja Hidup Layak di Masa Tua

📅 Rabu, 27 Nov 2024, 18:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkeu: Jamsos Salah Satu Cara agar Pekerja Hidup Layak di Masa Tua Doc: ANTARA/BPJAMSOSTEK

JAKARTA - Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Sudarto menyampaikan jaminan sosial (jamsos) menjadi salah satu cara agar pekerja, terutama yang masih produktif, dapat hidup layak pada masa tua.

Pekerja perlu menyiapkan Jaminan Hari Tua (JHT), salah satu layanan dalam jaminan sosial ketenagakerjaan, yang dapat dimanfaatkan ketika mereka sudah tidak produktif lagi untuk bekerja dan memperoleh pendapatan.

"Kita melewati siklus kehidupan, mulai dari sekolah, setelah sekolah, bekerja, dan setelah bekerja. Setelah bekerja itu seharusnya tidak cemas, karena ada jaminan sosial," kata Sudarto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (27/11).

Di sisi lain Sudarto menyoroti tingkat kepesertaan jaminan sosial yang saat ini masih rendah. Diketahui, peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan hingga Oktober 2024 baru mencapai 40,82 juta, dimana jumlah pekerja formal dan informal sekitar 150 juta.

"Bahkan saat ini yang ikut jaminan pensiun mungkin hanya sekitar 14 juta, yang ikut jaminan JHT itu sekitar 16 juta dari 140-145 juta pekerja. Ini yang jadi perhatian kita, jangan sampai kita dan teman-teman kita begitu pensiun dapatnya bansos, artinya apa, membebani APBN," kata dia.

Sudarto pun mendorong adanya skema yang tepat untuk semakin memperlebar atau memperluas kepesertaan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, peneliti dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) I Gede Dewa Karma Wisana turut menggarisbawahi pentingnya dividen atau pendapatan untuk pada masa tua.

"Kami di demografi sangat peduli soal siklus hidup. Kita perlu memikirkan dividennya, perlu menyiapkan dividen dari bonus demografi yang ada," ujar dia.

Untuk mendapatkannya, I Gede mendorong para pekerja yang masih produktif dan punya pendapatan untuk mempersiapkan jaminan pada hari tua, seperti penghasilan investasi atau melalui jaminan sosial JHT.

Sebab, saat memasuki usia lansia, jumlah pengeluaran akan jauh lebih besar daripada pendapatan, sehingga jaminan hari tua akan sangat penting agar tetap bisa hidup layak dan cukup meski sudah tak produktif lagi.

"Jadi kita berencana menyiapkan strategi agar penduduk yang sekarang produktif tidak hanya memiliki pendapatan yang cukup dan hidup layak, tapi mampu menyiapkan hari tua. Sehingga konsumsinya bisa mencukupi lewat pendapatan atau income investasi yang sudah mereka kumpulkan saat muda hari ini," kata I Gede. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Raker Komisi III DPR Bersama KPK dan BNN

34 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Raker Komisi III DPR Bersam...

Ini Teks Lengkap 14 Poin Kesepakatan Damai AS-Iran

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Ini Teks Lengkap 14 Poin Ke...

Kondisi Air Sungai Ciujung Menghitam

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Kondisi Air Sungai Ciujung ...
Luar Negeri
Trump Isyaratkan Hadir Lang...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.