- Home
-
- Megapolitan
-
- Implementasi Nyamuk Berwol...
Implementasi Nyamuk Berwolbachia di Jakbar Masih Fokus Pada Penggantian Telur
Minggu, 24 Nov 2024, 18:28 WIBJAKARTA - Implementasi program penanggulangan demam berdarah dengue (DBD) dengan nyamuk aedes aegypti mengandung bakteri wolbachia di Jakarta Barat (Jakbar) masih berfokus pada penggantian telur setiap dua pekan.
Ia menjelaskan, pendistribusian ember berisi telur nyamuk berwolbachia beserta pakan ke rumah-rumah para orang tua asuh (OTA) nyamuk dimulai sejak 8 Oktober 2024. Sementara peluncuran resmi program diadakan pada 4 Oktober lalu.
Setiap dua minggu, Dinas Kesehatan melakukan proses layanan ember meliputi pengisian ulang air, telur nyamuk dan pakan guna memastikan program berjalan optimal dan sesuai dengan harapan.
Kecamatan Kembangan dipilih sebagai lokasi pertama pelepasan nyamuk berwolbachia di Jakarta karena memiliki angka kasus DBD tertinggi pada 2023 dengan tingkat insiden (incidence rate/IR yakni jumlah kasus DBD dibagi jumlah penduduk dalam waktu yang sama dikalikan 100.000 penduduk ) sebesar 54,1 per 100.000 penduduk.
Maryati mengatakan, setelah penggantian telur ke-tiga kali, akan dilakukan monitoring pertama oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Jakarta.
"Ini untuk mengetahui persentase nyamuk aedes berwolbachia yang sudah ada di alam," kata dia.
Merujuk Kementerian Kesehatan, bakteri wolbachia dapat melumpuhkan virus dengue dalam tubuh nyamuk aedes aegypti sehingga membuka potensi baru dalam pengendalian DBD.
Selain pada penggantian telur, sambung Maryati, Dinkes DKI juga sedang berproses untuk persiapan perluasan pelepasan telur di Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan.
Sementara itu, data kasus DBD hingga 18 November secara kumulatif mencapai 12.686 kasus dengan IR yakni 111,77/100.000 penduduk.
Adapun jumlah kasus DBD di Oktober sebanyak 264 kasus, sedangkan puncak kasus 2024 di terjadi di April yakni dengan 3.165 kasus.
Kegiatan 3M Plus ini yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti.
Lalu, perlu juga dilakukan poin tambahan  seperti menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, memberikan larvasida pada penampungan air yang susah untuk dikuras dan memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Polda Maluku Cegah Peredaran 825 kg Merkuri Ilegal
-
Wagub Taj Yasin Tumbuhkan Kesadaran Ekologis Para Santri, Ini yang Beliau Lakukan!
-
Australia Serahkan 5 Juta Dolar untuk Bendung Penyebaran Virus Ebola
-
Svitolina Tampil Meyakinkan, Melaju ke Babak 32 Besar Prancis Open
-
KDM Stop Izin Wisata & Perumahan, Jawa Barat "Siaga Satu" Selamatkan Kawasan Hutan
-
Ketimpangan Gender Turun tapi Disparitas Wilayah Masih Tinggi
-
Mendiktisaintek Tegaskan Terduga Pelaku Pemalsuan Riset Bukan Dosen Aktif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.