Bawaslu: RT/RW Jangan Terlibat Politik Pencoblosan
📅 Sabtu, 23 Nov 2024, 01:20 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/HO-Bawaslu Jakut
JAKARTA - Para ketua RT/RW diingatkan agar tidak terlibat politik praktis dalam pilkada. “Ketua danpengurus RT/RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) untuk bersikap netral. janganterlibat politik praktis dalam Pilkada Jakarta 2024,” kata Anggota Bawaslu Provinsi Jakarta Benny Sabdo di Jakarta, Jumat.
Sebelumnya, dia sudah mengimbau sebelumnya agar RT dan LMK bersikap netral dan tidak terlibat politik praktis. Dia menanggapi dugaan beberapa pengurus RT dan LMK di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara diduga mendukung salah satu pasangan calon (paslon) dalam Pilkada2024.
Benny mengatakan, pihaknya sedang menelusuri kebenaran perihal surat dukungan tersebut. “ika mereka terbukti melanggar, kami akan menindak tegas,” kata Benny. Sebelumnya, beredar foto yang memuat pernyataan sikap dari sejumlah pengurus RT di wilayah RW 10 Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Mereka menuliskan sebagai relawan BARIS (bersama Ridwan Kamil dan Suswono). Mereka menyatakan mendukung dan akan memenangkan RK - Suswono di wilayahnya.
Berdasarkan dokumen yang beredar, Relawan BARISterdiri dari beberapa Ketua RT dan LMK di Kecamatan Cilincing. Mereka telah menandatangani dukungan kepada paslon nomor 1, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO).
Sebaiknya Anda baca juga:
Mereka yang menandatangani surat pernyataan sikap pengurus dan tokoh RT/RW setempat. Yang menandatangani surat itu adalah RT 001, RT 002, RT 004, RT 005, RT 007, RT 010, Anggota LMK 010, Ketua RW 10.
Anggota LMK 010 adalah Ketua Baris Sukapura, dan seorang tokoh masyarakat Sukapura. Komisi Pemilihan Umum (KPU)Jakarta telah menetapkan paslon Ridwan Kamil-Suswono nomor urut 1, Dharma Pongrekun-Kun Wardana nomor urut 2 dan Pramono Anung-Rano Karno nomor urut 3 dalam Pilkada Jakarta, yang digelar 27 November 2024.
Pecah Kongsi
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, mantan pasangan Gubernur Jakarta dan Wakil Gubernur: Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pecah kongsi dalam dukung-mendukung. Anies mendukung Pramono-Rano. Sedangkan Sandi mendukung Ridwan-Suswono. Pengamat Politik dari Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai dukungan Anies Baswedan akan meningkatkan elektabilitas Pramono-Rano Karno.
“Dukungan terbuka Anies Baswedan ke Pramono memang cukup memberi dampak positif pada elektabilitas Pramono, mengingat pemilih Anies merupakan kelompok berbeda. Ini bisa membuat Pramono mendapatkan tambahan suara signifikan,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Ia bahkan menyebut dukungan mantan Gubernur Jakarta itu bagaikan “durian runtuh” bagi pasangan yang populer dikenal sebagai Mas Pram dan Bang Doel. Selain Anies, pasangan yang diusung PDIP itu juga sudah disokong mantan Gubernur Jakarta Basuka Tjahaja Purnama atau Ahok dan kelompok pendukungnya.
Menurut Dedi, dukungan dari Ahokers dan Anak Abah, yang merupakan pendukung Ahok dan Anies akan sangat signifikan mendongkrak suara Pram-Doel.
Situasi ini membuat Pramono seolah mendapat gabungan suara dari banyak kelompok. Ini membuat peluang kemenangan Pramono lebih besar.
Sedangkan Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menginstruksikan relawan Rumah SandiUno Indonesia (RSI) untuk memenangkanRidwan Kamil-Suswono.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!