Vaksinasi, Kebersihan, dan Gizi, Dapat Cegah Kematian Anak dari Pneumonia dan Diare
📅 Kamis, 21 Nov 2024, 19:55 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: istimewa
JAKARTA - Penyakit yang dapat dicegah seperti pneumonia dan diare masih menjadi penyebab utama kematian anak di Indonesia. Hal ini diperparah dengan berbagai hambatan seperti terbatasnya akses terhadap informasi kesehatan dan kepercayaan budaya yang sudah mengakar.
“Banyak keluarga, terutama di daerah pedesaan, kesulitan untuk menerapkan perilaku kesehatan preventif yang dapat menyelamatkan nyawa,” kata Head of Professional Marketing Personal Care Unilever Indonesia drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc, dalam media briefing brujul Sinergi Keluarga Sigap Lintas Sektor untuk Transformasi Kesehatan di Jakarta pada hari Kamis (21/11).
Untuk mengatasi tantangan ini, Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI), Unilever, dan The Power of Nutrition bekerja sama melalui Program Keluarga Keluarga Siaga Dukung Kesehatan, Siap Hadapi Masa Depan (Sigap). Program yang didukung oleh berbagai Kementerian, berfokus pada pengembangan perilaku kesehatan yang bersifat preventif.
Fase percontohan program ini, yang dilakukan dari Januari hingga Juni 2024, menargetkan keluarga dengan anak-anak berusia 0-24 bulan di Bogor, Jawa Barat, dan Banjar, Kalimantan Selatan, daerah-daerah di mana akses layanan kesehatan sering kali terbatas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Evaluasi akhir menunjukkan hasil yang luar biasa. Cakupan vaksin PCV1, yang sangat penting untuk mencegah pneumonia, meningkat lebih dari dua kali lipat, meningkat dari 28 persen pada data awal menjadi 64 persen pada kelompok intervensi.
Demikian pula, praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebelum memberi makan anak mengalami peningkatan 1,5 kali lipat, meningkat dari 50 persen menjadi 81 persen, yang menunjukkan dampak signifikan dari program ini dalam meningkatkan perilaku kesehatan.
Ia menuturkan penyelarasan prioritas nasional dengan inisiatif di tingkat masyarakat menyoroti pentingnya upaya kolaboratif dalam menangani penyakit anak yang dapat dicegah. Kolaborasi dengan GAVI dan The Power of Nutrition dalam program Keluarga Sigap sangat penting dalam menangani hal tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pencapaian ini selaras dengan komitmen kami untuk meningkatkan kesehatan keluarga Indonesia melalui pola hidup bersih dan sehat, salah satunya dengan CTPS. Beroperasi di Indonesia selama 90 tahun, program CTPS Unilever yang dilakukan untuk anak sekolah dan para ibu telah mencapai 100 juta tangan bersih di tahun 2020,” katanya.
Dengan menjadi bagian dari program Keluarga Sigap, pendekatan yang lebih holistic tercapai melalui penggabungan program CTPS dengan inisiatif nutrisi dan vaksinasi. Kolaborasi ini akan terus berkomitmen untuk mendukung pemerintah Indonesia, memperkuat kolaborasi lintas sektor dan lintas program, untuk memajukan kesehatan anak-anak Indonesia dan mencapai Indonesia Emas 2045.
Ia menerangkan, adanya dampak nyata Program Keluarga Sigap dalam Proyek Percontohan yang diadakan dari Oktober 2023 hingga Juni 2024. Selama periode ini program ini berfokus untuk mendorong perubahan perilaku yang nyata melalui pelatihan yang inovatif.
Petugas kesehatan dan kader dibekali dengan alat komunikasi yang kreatif dan praktis agar dapat secara efektif melibatkan keluarga dan menginspirasi mereka untuk mengadopsi kebiasaan yang lebih sehat. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kunjungan ke Posyandu, tetapi juga memastikan keluarga secara aktif memanfaatkan layanan dan informasi yang diberikan untuk mengubah kebiasaan sehari-hari mereka untuk hidup lebih sehat.
“Program Keluarga Sigap sangat membantu upaya kami dalam mengedukasi masyarakat, terutama dalam tiga perilaku utama. Apalagi wilayah kami memiliki kondisi geografis yang menantang dengan tempat tinggal masyarakat yang terpencar-pencar, sangat sulit bagi tenaga kesehatan kami yang terbatas untuk menjangkau mereka,” ujar Mirah
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan drg. Yasna Khairina mengatakan dulu, petugas kesehatan harus bekerja keras untuk meyakinkan sebagian masyarakat yang masih menganggap imunisasi tidak penting. Mereka beranggapan tanpa imunisasi, anak-anak bisa tumbuh dan berkembang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!