Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Vaksinasi, Kebersihan, dan Gizi, Dapat Cegah Kematian Anak dari Pneumonia dan Diare

📅 Kamis, 21 Nov 2024, 19:55 WIB | Oleh:

“Namun setelah adanya Keluarga Sigap, sekarang ada peningkatan jumlah kunjungan ke Posyandu untuk imunisasi,” ujar dia.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Jawa Barat, dr. Intan Widayati, MA yang mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten menyoroti bagaimana Program Keluarga Sigap secara signifikan telah memperkuat kapasitas tenaga kesehatan. Kader kesehatan masyarakat untuk menyampaikan pesan kesehatan secara efektif.

Melalui Keluarga Sigap, baik petugas kesehatan maupun kader telah belajar bagaimana mengedukasi kesehatan dengan cara yang lebih mudah dimengerti oleh masyarakat. Program ini telah memberdayakan seluruh keluarga, terutama para ayah, untuk lebih berperan aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan keluarga sekaligus mencegah stunting.

“Pembelajaran ini juga dirasakan oleh desa sehingga ada beberapa desa mulai mengalokasikan dana desanya untuk keberlanjutan program Sigap di 2025,” jelasnya.

Keberhasilan proyek percontohan ini dinilai melalui studi komprehensif oleh Center for Tropical Medicine Universitas Gadjah Mada (UGM). Hasilnya menunjukkan adanya perubahan perilaku yang signifikan di antara keluarga-keluarga yang berpartisipasi.

Cakupan vaksin PCV1 meningkat secara dramatis, dari 28 persen pada data awal menjadi 64 persen pada kelompok intervensi. Cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebelum memberi makan anak meningkat secara signifikan, dari 50 persen pada data awal menjadi 81 persen. Orang tua yang memantau jadwal imunisasi anak meningkat dari 40 persen menjadi 61 persen.

Kesadaran akan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama meningkat, dengan 94 persen orang tua di kelompok intervensi menegaskan praktik tersebut dibandingkan dengan 90 persen di kelompok baseline.

“Kami mengedepankan cara yang baru dan menarik dalam menyampaikan tentang praktik kesehatan dasar seperti memberi makan, mencuci tangan dengan sabun dan vaksin, agar para orang tua dapat menerapkan praktik yang benar sejak awal,” kata Ardi Prastowo, Ketua Tim Program Keluarga Sigap.

“Itulah sebabnya kami mengembangkan media dan alat bantu perubahan perilaku yang kreatif dan interaktif, sehingga pesan-pesan yang disampaikan menjadi lebih menyenangkan, mudah dipahami, dan mendorong perubahan perilaku yang nyata,” ujarnya.

Keberhasilan yang dicapai di kabupaten percontohan telah memicu optimisme untuk perluasan program di tahun 2025, dengan rencana untuk menjangkau lebih banyak keluarga di seluruh Indonesia.

Mirah menerangkan, pengalaman yang dibawa dari India, ditambah dengan hasil positif dari proyek percontohan ini, membuat pihaknya semakin optimis untuk memperluas Program Keluarga Sigap di seluruh Indonesia. Hal ini diharapkan memberi manfaat yang lebih besar lagi bagi masyarakat Indonesia.

“Dengan mengintegrasikan upaya vaksinasi, kebersihan, dan gizi, Program Keluarga Sigap terus membuka jalan untuk masa depan yang lebih sehat bagi keluarga Indonesia,” paparnya.

Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian, dr. Elvieda Sariwati, memuji keselarasan inisiatif ini dengan prioritas kesehatan pemerintah. Pemberian imunisasi pada anak, pembiasaan CTPS dengan benar dan konsumsi makanan bergizi sesuai kebutuhan gizi anak 0-24 bulan perlu menjadi perhatian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.