Transplantasi “Stem Cell” Dapat Pulihkan Penglihatan
📅 Senin, 18 Nov 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoSelama periode pengamatan keamanan dua tahun, tidak terjadi efek samping yang serius. Transplantasi diterima oleh pasien tanpa penolakan dan tanpa pembentukan tumor. Bahkan, para peneliti melaporkan bahwa dua pasien bahkan tidak mengonsumsi obat imunosupresan.
Setelah transplantasi, keempat pasien melihat peningkatan langsung dalam penglihatan mereka selama tahun pertama dan tiga dari empat pasien mengalami peningkatan berkelanjutan dalam penglihatan dan kualitas hidup mereka lebih dari satu tahun.
“Apa artinya ini bagi penyimpanan darah tali pusat? Seperti yang ditunjukkan oleh hasil uji coba ini, sel punca memiliki potensi regeneratif yang besar dan menjadi yang terdepan dalam pengobatan, sementara para peneliti masih berkutat pada luasnya aplikasinya,” tulis laman Cells4Life.
Meskipun penelitian ini berfokus pada penggunaan sel punca pluripoten terinduksi yang berasal dari darah tali pusat, jenis sel punca lain dapat ditemukan di tali pusat dan plasenta, seperti sel punca hematopoietik dan mesenkimal, yang juga memiliki potensi besar dalam bidang pengobatan regeneratif. “Sayangnya, tali pusat dan plasenta sering dianggap sebagai limbah medis belaka, yang berarti sel punca ini dibuang begitu saja. Namun, dengan menyimpan sel punca ini dalam proses yang disebut penyimpanan darah tali pusat, Anda dapat memastikan bahwa bayi Anda selalu memiliki sel punca sendiri yang tersedia untuk digunakan dalam terapi di masa mendatang,” tulis laman tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini menurut WHO dari 12,7 juta orang yang mengalami kehilangan penglihatan terkait kornea di seluruh dunia, transplantasi hanya tersedia untuk 1 dari 70 orang. Bahkan bagi mereka yang menerima transplantasi, kelangsungan hidup cangkok sering kali menjadi masalah selalu ada risiko penolakan dari sistem imun.
Di sinilah potensi sel punca pluripoten terinduksi (induced pluripotent stem cells/iPSCs) sangat kuat ini diubah dari sel-sel tubuh manusia mana pun. Setelah diprogram ulang kembali ke keadaan seperti embrio, sel-sel ini berkembang biak tanpa batas, dengan kemampuan untuk berubah bentuk menjadi semua jenis sel manusia dewasa, termasuk sel-sel kornea.
Pada tahun 2023, para peneliti di AS mengumumkan bahwa mereka telah menggunakan sel punca limbik untuk memulihkan penglihatan pada dua pasien dengan kerusakan kornea hingga setahun kemudian. Sekarang, para ilmuwan di Rumah Sakit Universitas Osaka di Jepang tempat Takeshi Soma melakukan penelitian tersebut, telah melangkah lebih jauh dan menggunakan iPSC. Sumber sel punca ini berasal dari sel darah manusia yang sehat yang ternyata dapat memulihkan penglihatan. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!