Riset: Mikroplastik Ada di Mana-mana, Bahkan pada Napas Lumba-lumba
📅 Sabtu, 16 Nov 2024, 13:50 WIB | Oleh: Tim PenulisPenelitian kami menemukan mikroplastik dalam napas lumba-lumba yang hidup di muara sungai, baik yang terletak di kawasan perkotaan maupun pedesaan. Namun, hingga kini kami belum mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam jumlah atau jenis partikel plastik di antara kedua habitat ini.
Bagaimana cara kami melakukan penelitian
Sampel napas dalam penelitian ini kami kumpulkan dari lumba-lumba hidung botol liar selama penilaian kesehatan tangkapan dan pelepasliaran di Teluk Barataria, Louisiana, dan Teluk Sarasota, Florida. Penelitian ini kami lakukan bekerja sama dengan Brookfield Zoo Chicago, Sarasota Dolphin Research Program, National Marine Mammal Foundation dan Fundación Oceanogràfic.
Selama penilaian kesehatan singkat ini, kami menggunakan cawan petri atau spirometer khusus—alat yang mengukur fungsi paru-paru—dan menempatkannya di atas lubang sembur lumba-lumba untuk mengumpulkan sampel napas hewan tersebut. Dengan menggunakan mikroskop di laboratorium rekan kami, kami memeriksa partikel-partikel kecil yang tampak seperti plastik, seperti potongan-potongan dengan permukaan halus, warna-warna cerah, atau bentuk berserat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena plastik meleleh ketika dipanaskan, kami menggunakan jarum solder untuk menguji apakah potongan-potongan ini adalah plastik. Untuk memastikan bahwa partikel tersebut benar-benar plastik, kami menggunakan metode khusus yang disebut spektroskopi Raman, yang menggunakan laser untuk membuat “sidik jari” struktural dari setiap partikel yang dapat dicocokkan dengan bahan kimia tertentu.
Studi kami menunjukkan betapa luasnya polusi plastik–dan bagaimana pengaruhnya terhadap makhluk hidup, termasuk lumba-lumba. Meskipun dampak dari mikroplastik pada paru-paru lumba-lumba belum diketahui, kita dapat membantu mengatasi masalah polusi mikroplastik ini dengan mengurangi penggunaan plastik dan mencegah lebih banyak limbah plastik mencemari lautan.
Leslie Hart, Associate Professor of Public Health, College of Charleston dan Miranda Dziobak, Instructor in Public Health, College of Charleston
Sebaiknya Anda baca juga:
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!