Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabut Asap Beracun Selimuti Ibu Kota India

3 Kamis, 14 Nov 2024, 02:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabut Asap Beracun Selimuti Ibu Kota India Kabut Asap Beracun Selimuti Ibu Kota India Doc: AFP/Money SHARMA
Ket. Seorang pria berjalan di jembatan penyeberangan orang saat terjadi polusi asap parah di New Delhi, India, pada Rabu (13/11). Polusi udara ini semakin parah karena kondisi suhu yang lebih dingin dan angin yang bertiup pelan telah memerangkap polutan

NEW DELHI - Warga ibu kota India, New Delhi, tercekik akibat kabut asap beracun yang menyelimuti pada Rabu (13/11) saat polusi udara yang memburuk melonjak melewati 50 kali batas maksimum harian yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dengan kondisi suhu yang lebih dingin dan angin yang bertiup pelan telah memerangkap polutan yang mematikan.

“Pada Rabu dini hari tingkat polutan berbahaya di sebagian wilayah perkotaan yang luas dengan penduduk lebih dari 30 juta orang mencapai 806 mikrogram per meter kubik,” menurut firma pemantau IQAir.

Jumlah tersebut lebih dari 53 kali lipat dari jumlah maksimum harian yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk partikel debu halus, partikel mikro berbahaya penyebab kanker yang dikenal sebagai polutan PM2.5 yang memasuki aliran darah melalui paru-paru.

Banyak orang di ibu kota ini tidak mampu membeli penyaring udara, juga tidak memiliki rumah yang dapat secara efektif menghalangi masuknya udara beracun. New Delhi diselimuti kabut asap pekat setiap tahunnya, yang terutama disebabkan oleh pembakaran tunggul oleh petani di daerah tetangga untuk membersihkan ladang sebelum dibajak, serta asap pabrik dan asap kendaraan bermotor.

Namun, laporan The New York Times bulan ini, yang didasarkan pada sampel udara dan tanah yang dikumpulkan selama lima tahun, mengungkap asap berbahaya juga keluar dari pembangkit listrik yang membakar tumpukan sampah tempat pembuangan sampah kota.

Para ahli yang diwawancarai surat kabar itu mengatakan bahwa tingkat logam berat yang ditemukan amat mengkhawatirkan.

Dinas Meteorologi India (IMD) mengatakan polusi telah mengurangi jarak pandang hingga 100 meter di beberapa tempat sekitar pukul 8 pagi.

“Prosedur dengan visibilitas rendah telah dirasakan di Bandara Internasional Indira Gandhi, New Delhi,” lapor operator Delhi International Airport Limited dalam sebuah postingan di platform media sosial X. “Saat pendaratan dan lepas landas terus berlangsung di Bandara Delhi, penerbangan yang tidak memiliki sistem navigasi canggih mungkin akan terpengaruh,” kata otoritas tersebut.

Putusan MA

Mahkamah Agung India bulan lalu memutuskan bahwa udara bersih merupakan hak asasi manusia yang fundamental, dan memerintahkan pemerintah pusat dan otoritas tingkat negara bagian untuk mengambil tindakan.

Namun, para kritikus mengatakan pertikaian antara politisi pesaing yang memimpin negara bagian tetangga serta antara otoritas pusat dan negara bagian, telah memperparah masalah.

WHO mengatakan bahwa polusi udara dapat memicu stroke, penyakit jantung, kanker paru-paru dan penyakit pernapasan lainnya. Hal ini sangat menyakitkan terutama bagi bayi, anak-anak, dan orang tua.

Sebuah studi di jurnal medis The Lancet mengaitkan 1,67 juta kematian dini dengan polusi udara di negara terpadat di dunia itu pada tahun 2019. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Malaysia Berulah, Tindakan ...
Nasional
Menteri Perdagangan: Faktor...
Olahraga
BREAKING NEWS: Kacau, AFC M...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Malaysia Berulah, Tindakan Curangnya Sangat Merugikan Indonesia

Malaysia Berulah, Tindakan Curangnya Sangat Merugikan Indonesia

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.