Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Papua Pegunungan Minta Warga Wasdapai Polusi Udara akibat Asap

📅 Minggu, 11 Okt 2026, 14:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Papua Pegunungan Minta Warga Wasdapai Polusi Udara akibat Asap Doc: ANTARA
Ket. Kabut asap menyelimuti Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya , Papua Pegunungan namun jarak pandang di permukaan masih terlihat normal dan aktivitas masyarakat masih berjalan baik.

WAMENA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) setempat mengimbau warga delapan kabupaten mewaspadai polusi udara akibat asap kiriman dari sejumlah wilayah di Papua Selatan.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfosantik Papua Pegunungan, Lepianus Z Kogoya, dalam keterangan tertulis di Wamena, Minggu (11/10), mengatakan saat ini beberapa wilayah ini terdampak kiriman asap dari Papua Selatan, sehingga warga harus meningkatkan kewaspadaan.

“Mari kita lebih waspada terhadap kondisi kualitas udara di Kota Wamena dan beberapa wilayah lainnya di Papua Pegunungan,” katanya.

Menurut dia, peringatan tersebut berdasarkan data IQAir yang terlampir indeks kualitas udara Wamena mencapai AQI 157 (kategori tidak sehat) dengan konsentrasi polutan PM2,5 sebesar 63,9 µg/m³.

“Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada kesehatan, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, dan mereka yang memiliki gangguan pernapasan,” ujarnya.

Dia mengingatkan warga harus melindungi diri sejak dini dan mengurangi aktifitas di luar rumah dan menghindari pembakaran lahan yang akan menambah polusi udara.

“Warga harus mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker N95/KN95 jika harus keluar. Kondisi udara mungkin tidak selalu terlihat berbahaya, tetapi partikel halus PM2,5 dapat masuk jauh ke dalam paru-paru,” katanya.

Sementara itu Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Wamena Ricky R Holle mengatakan hari ini Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, diselimuti asap. Polusi udara tersebut merupakan asap kiriman dari wilayah Papua Selatan.

“Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Papua Selatan telah merembet dan menembus wilayah Papua Pegunungan, Papua Tengah, akibat tiupan angin dan kondisi topografi,” kata.

Menurut dia, analisis angin menunjukkan polusi asap dari Papua Selatan bergerak dominan ke arah barat laut menuju wilayah Papua Pegunungan, Papua Tengah, hingga ke wilayah Papua Barat.

“Kabut asap telah mencapai wilayah Taman Nasional Lorentz, menurunkan jarak pandang, gangguan penerbangan penurunan jarak pandang (visibility) turut berdampak pada rute penerbangan lokal di sekitar wilayah pegunungan dan dataran tinggi. Disebutkan titik panas (hotspot) tercatat di Papua Selatan (terkonsentrasi di Merauke, Boven Digoel dan Asmat) yang dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

Pemkot Tangerang Percepat Bedah Rumah

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Percepat B...
Megapolitan
Anggota DPRD DKI Minta Pena...
Advertisement
Trump Desak Zelensky Mundur di Tengah Serangan Russia yang Tewaskan 21 Orang

Trump Desak Zelensky Mundur di Tengah Serangan Russia yang Tewaskan 21 Orang

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.