Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sudin KPKP Jakbar Turun ke Empat Pasar Periksa Keamanan Pangan

📅 Selasa, 12 Nov 2024, 17:34 WIB | Oleh:
Sudin KPKP Jakbar Turun ke Empat Pasar Periksa Keamanan Pangan Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Ket. Petugas Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melakukan pengawasan pangan di pasar di wilayah setempat, Selasa (12/11).

JAKARTA - Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat memeriksa keamanan pangan di empat pasar yakni, Pasar Jembatan Besi, Pasar Pejagalan, Pasar Jembatan Dua, dan Lion Superindo Daan Mogot.

"Untuk Pasar Jembatan Besi produk yang diuji 20 sampel pertanian dan enam sampel peternakan, semuanya negatif dari bahan kimia berbahaya," kata Kepala Sudin KPKP Jakbar Novy C. Palit saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Kemudian, lanjut Novy, juga memeriksa 26 sampel yang terdiri atas 20 sampel pertanian dan enam sampel peternakan di  Pasar Pejagalan dan Pasar Jembatan Dua.

Selain itu memeriksa 17 sampel pertanian dan lima sampel peternakan di Lion Superindo Daan Mogot.

"Semua hasilnya negatif dari bahan kimia berbahaya," kata Novy.

Sementara itu, terdapat satu sampel yang mengandung bahan kimia berbahaya di Pasar Jembatan Lima.

"Dari 20 sampel pertanian, satu sampel nangka mengandung formalin di Pasar Jembatan Lima. Tapi di luar itu, seluruh sampel bebas dari bahan kimia berbahaya," kata Novy.

Novy terkait pemeriksaan tersebut meminta pedagang penjual nangka untuk tidak menjual dagangan yang mengandung bahan kimia berbahaya tersebut.

"Pasti (kami minta untuk tidak dijual). Besok akan kami tindaklanjuti," tutur Novy.

Lebih lanjut, Novy menuturkan bahwa pengawasan pangan itu ditujukan untuk menjaga keamanan pangan yaitu memastikan pangan yang dijual pedagang aman, higienis, bermutu, serta tidak membahayakan kesehatan konsumen.

"Untuk para pedagang diimbau untuk tidak menjual makanan yang kedaluwarsa, gunakan bahan pangan yang baik dan menjual dengan harga yang wajar," tutur Novy.

"Diharapkan masyarakat juga agar cerdas saat berbelanja, teliti dahulu sebelum membeli, lihat tanggal kadaluarsa apabila membeli makanan atau minuman kemasan," ucap Novy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Bulu Tangkis Beregu Putra-putri ke Semifinal

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Bulu Tangkis Beregu Putra-p...
Advertisement
BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.