Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polres Pekalongan Kota Selidiki Penyebab Kebakaran 13 Kapal di Dermaga Lodji

📅 Selasa, 12 Nov 2024, 13:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polres Pekalongan Kota Selidiki Penyebab Kebakaran 13 Kapal di Dermaga Lodji Doc: antara foto
Ket. Sebanyak 13 kapal penangkap ikan terbakar di tambat labuh Dermaga Sungai Lodji, Selasa (12/11) pagi.

PEKALONGAN - Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan Kota, Jawa Tengah (Jateng), melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab kebakaran yang menimpa 13 kapal penangkap ikan di tambat labuh Dermaga Sungai Lodji, Selasa (12/11) pagi.

"Penyebab kebakaran belum bisa kami identifikasi karena menunggu penyelidikan tim forensik. Dari labfor akan melakukan olah TKP setelah kobaran api betul-betul padam," kata Kepala Kepolisian Resor Pekalongan Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Prayudha Widiatmoko.

Menurut dia, kebakaran belasan kapal itu pertama kali diketahui seorang saksi mata bernama Saiman yang melihat ada kobaran api di salah satu kapal dan kemudian melaporkan ke Pos Satpolair.

Setelah itu, Saiman juga mengontak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekalongan untuk meminta bantuan memadamkan kobaran api.

Dugaan sementara, api pertama kali muncul dari salah satu kapal yang berada di sebelah selatan, yang kemudian api cepat membesar dan merambat mengenai beberapa kapal lainnya yang ada di sebelah utara.

Namun, sebelum petugas Dinas Pemadam Kebakaran sampai di tempat kejadian, kobaran api sudah makin besar dan merembet mengenai kapal yang berada di sebelahnya.

Kapolres mengatakan upaya pemadaman api yang membakar belasan kapal itu melibatkan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dari tiga wilayah, yaitu Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Batang.

"Ada tiga mobil damkar Kota Pekalongan, satu unit armada damkar milik BPBD Kota Pekalongan, satu unit mobil damkar dari Kabupaten Pekalongan, dan satu unit mobil damkar dari Kabupaten Batang, serta satu unit mobil water canon dari Polres Pekalongan Kota dikerahkan untuk melakukan pemadaman api," katanya.

Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, hanya mengakibatkan kerugian material.

Berdasar data sementara, kapal yang terbakar adalah KM Surya terang 08, KM Surya Terang 02, KM Langsung Jaya Makmur, KM Kapal Penampung, KM Samudra Rezeki, KM Anugrah Indah 28, KM Garuda Perkasa, KM Nasional, KM Nusantara, KM Indo Nelayan 08, KM Berkah Saudara, dan KM Putra Usaha Barokah 05.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.