Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Juara Olimpiade ke Semifinal

📅 Jumat, 08 Nov 2024, 06:58 WIB | Oleh:
Juara Olimpiade ke Semifinal Doc: afp/ Fayez NURELDINE
Ket. Zheng Qinwen

RIYADH - Juara Olimpiade asal Tiongkok Zheng Qinwen melanjutkan musim gemilangnya dengan melaju ke semifinal WTA Finals  yang berlangsung di Riyadh. Dalam pertandingan yang berlangsung Kamis (7/11), Zheng mengalahkan Jasmine Paolini. Sementara itu, Elena Rybakina berhasil menundukkan Aryna Sabalenka, yang sebelumnya sudah memastikan tempat di semifinal.

Meraih kemenangan ke-30 dari 35 pertandingan terakhir, Zheng mengalahkan Paolini, unggulan keempat asal Italia, dengan skor 6-1, 6-1 hanya dalam 67 menit. Di sisi lain, Rybakina asal Kazakhstan meraih kemenangan 6-4, 3-6, 6-1 atas Sabalenka, yang telah mengamankan posisi sebagai juara grup.

Kemenangan ini menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Rybakina, peringkat lima dunia. Dia sebelumnya mengalami cedera punggung, alergi, dan insomnia sehingga absen di sebagian besar paruh kedua musim ini. “Itu pertandingan yang berat. Saya sangat senang bisa menang. Rasanya menyenangkan menutup tahun dengan kemenangan atas peringkat satu dunia,” ujar Rybakina.

Kekalahan ini yang kedua bagi Sabalenka dalam 24 pertandingan terakhirnya. Sabalenka, 26 tahun, masih harus menunggu untuk mengetahui siapa lawannya di semifinal  yang berlangsung hari Jumat. Meski kalah, Sabalenka tetap punya alasan untuk merayakan pertandingan karena berhasil mengamankan posisi sebagai peringkat satu dunia. Ini berkat kekalahan Iga Swiatek dari Coco Gauff sehari sebelumnya.

Namun, petenis Belarusia itu mengatakan bahwa pencapaian tersebut tidak akan mengalihkan fokusnya dari tujuan utamanya, memenangkan trofi WTA Finals untuk pertama kali. Di hari terakhir babak round-robin di Grup Ungu, Zheng dan Paolini bersaing untuk merebut tempat kedua di semifinal, di belakang Sabalenka.

Unggulan ketujuh, Zheng, mengunci tempat di empat besar dengan penampilan dominan melawan Paolini. Dia menjadi petenis Tiongkok pertama yang lolos dari babak grup WTA Finals sejak Li Na tahun 2013.

“Sebelas tahun lalu, saya sangat bangga bisa mencapainya. Saya tidak tahu yang diharapkan saat pertama kali datang ke WTA Finals ini,” tutur zheng. Grupnya sangat sulitI. Itu salah satu penampilan terbaiknya tahun ini. Persentase servis pertama bagus. Dia merasa sangat nyaman dengan groundstroke dan berhasil melakukan beberapa pukulan voli bagus. Zheng sangat menikmati pertandingan.

Zheng meraih break pertamanya di gim ketiga dengan pengembalian yang agresif, kemudian memperbesar keunggulan menjadi 5-1. Paolini, yang mencapai dua final Grand Slam musim ini, sempat menyelamatkan satu set point di gim ketujuh saat servis, tetapi Zheng tetap menekan dan menutup set pertama di kesempatan kedua.

Set kedua tidak kalah impresif bagi Zheng. Setelah menyelamatkan satu break point saat servis untuk mengamankan pertandingan di posisi 5-1, Zheng menutup pertandingan dengan ace ke-12. ben/AFP/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.