Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dollar AS Perkasa Sambut Kemenangan Donald Trump

📅 Kamis, 07 Nov 2024, 01:18 WIB | Oleh:
Dollar AS Perkasa Sambut Kemenangan Donald Trump Doc: Ronda Churchill/AFP
Ket. Pendukung calon presiden AS Donald Trump bersorak saat menyaksikan pidato kemenangan Trump di Las Vegas, Nevada, AS.

JAKARTA – Perkiraan hasil pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) yang akan dimenangkan oleh Donald Trump menyebabkan pelemahan rupiah.

“Perkiraan hasil pilpres AS akan dimenangkan oleh Donald Trump kemungkinan akan berdampak negatif bagi emerging market termasuk Indonesia karena dollar AS akan semakin kuat dengan kebijakan Trump yang proteksionis,” kata analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (6/11).

Seperti dikutip dari Antara, Rully menuturkan jika Kamala Harris menang dalam pilpres AS, terdapat risiko di antaranya pemerintah AS akan terus menyerap dollar AS melalui penerbitan obligasi negara karena belanja sosial yang akan semakin tinggi.

Sementara ekonom senior Bank Mandiri, Reny Eka Putri, mengatakan dollar AS saat ini menguat karena pasar merespons hasil awal pemilu AS, dan selera risiko tetap rendah yang dipengaruhi oleh prospek pemangkasan suku bunga Federal Reserve yang tidak terlalu agresif.

Indeks dollar AS menguat karena Donald Trump unggul atas Kamala Harris dalam perhitungan sementara. Indeks dollar AS naik ke level 104,7 pada perdagangan hari ini, naik ke level tertinggi sejak 24 Juli 2024. Hal ini menunjukkan penguatan dollar AS terhadap mata uang utama lainnya.

"Investor global bereaksi terhadap hasil awal pemilihan presiden AS, di mana Trump menang atas Harris. Perlombaan sebagian besar berlangsung sesuai perkiraan, dengan hasil sekarang bergantung pada tujuh negara bagian utama," ujarnya.

Implikasi Signifikan

Reny menuturkan investor juga fokus pada kendali Kongres, karena hasilnya dapat memiliki implikasi signifikan terhadap pengeluaran dan kebijakan pajak di masa mendatang. Kebijakan Trump akan mengontrol ketat terkait masalah tarif, perdagangan, dan imigrasi.

Dalam beberapa pekan terakhir, dollar AS telah didukung oleh hal yang disebut sebagai "perdagangan Trump", karena kebijakan ekonominya sering dianggap inflasioner.

Dollar AS melonjak dan bitcoin mencapai rekor tertinggi pada hari Rabu (6/12) sebelum Trump mengeklaim kemenangan dalam pemilu AS, dengan para pedagang meningkatkan taruhan pada pemotongan pajak baru, tarif, dan kenaikan inflasi.

Meskipun jajak pendapat menunjukkan persaingan ketat, kandidat dari Partai Republik memperoleh hasil jauh lebih baik daripada lawannya dari Partai Demokrat, Kamala Harris, saat hasil penghitungan suara mulai bermunculan.

Dikutip dari Yahoo News, kedua kandidat meraih kemenangan yang diharapkan di negara bagian yang aman, tetapi indikasi bahwa taipan bisnis itu akan maju untuk masa jabatan kedua mendorong apa yang disebut Perdagangan Trump.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

27 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.