Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hentikan Alih Fungsi Lahan, Penyusutan Persawahan di Jakarta Utara Capai 73 Hektare

📅 Selasa, 05 Nov 2024, 23:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hentikan Alih Fungsi Lahan, Penyusutan Persawahan di Jakarta Utara Capai 73 Hektare Doc: ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Ket. Petani menggunakan alat combine memanen padi yang mereka tanam di sejumlah arela persawahan di Jakarta Utara pada Senin (5/8/2024).

Jakarta - Penyusutan luasan persawahan hingga saat ini di Jakarta Utara mencapai sekitar 73 hektare karena alih fungsi lahan di daerah itu.

“Data pada 2022-2023 luas lahan sawah masih 308 hektare dan kini menyusut sekitar 73 hektare yang disebabkan karena adanya alih fungsi lahan,” kata Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara, Unang Rustanto di Jakarta, Selasa.

Unang menjelaskan alih fungsi lahan pertanian ini terjadi karena diubah peruntukan seperti peruntukan makam COVID-19 oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman dan pembangunan pengolahan sampah terpadu (RFD).

Selanjutnya, areal sawah itu diubah menjadi Ruang Publik Terbuka Ramah Anak, Pembangunan Rusun Rorotan hingga diubah menjadi areal penanam sayuran.

Oleh karena itu, lanjutnya, lahan persawahan yang tersisa di Jakarta Utara seluas 235 hektare dengan status kepemilikan lahan sekitar 50 persen milik Pemprov DKI Jakarta dan 50 persen milik pengembang.

“Areal pertanian di Jakarta Utara dimiliki berbagai pihak mulai dari Dinas Pertamanan DKI Jakarta, Agung Sedayu Grup, PT Taman Sejahtera, Nusa Kirana, Sarana Jaya, PT Jakpro, Dinas Perumahan dan milik perorangan," katanya.

Ia merinci areal persawahan di Jakarta Utara ini terletak di Kecamatan Cilincing yang tersebar pada dua kelurahan yakni Kelurahan Marunda dan Kelurahan Rorotan.

“Luas areal persawahan di Kelurahan Rorotan seluar 214 hektare yang digarap delapan kelompok tani dan satu kelompok tani menggarap lahan seluar 21 hektare di Kelurahan Marunda,” kata dia.

Ia mengatakan dari luas lahan pertanian 235 hektare di Jakarta Utara mampu memproduksi padi yang ditanam dari April hingga Agustus 2024 mencapai 1.175 ton padi dengan varietas impari.

“Produksi itu setara 5,5 ton hingga enam ton padi per hektare,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.