Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semangati Pesilat, Khofifah Bocorkan Rahasia Jadi Pemimpin

📅 Sabtu, 02 Nov 2024, 16:07 WIB | Oleh:
Semangati Pesilat, Khofifah Bocorkan Rahasia Jadi Pemimpin Doc: Koran Jakarta / Selocahyo
Ket. Khofifah Indar Parawansa membagikan pengalaman sebagai pemimpin kepada peserta Kerjuwil Pagar Nusa di Asrama Haji Surabaya, Jumat (1/11) malam.

SURABAYA - Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa, pada Jumat (1/11) malam, mengajak para atlit silat Pagar Nusa se Jawa Timur untuk tidak ragu memiliki dan mengejar cita-cita "setinggi langit".

Hal itu ia sampaikan saat hadir membuka Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) PS Pagar Nusa di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, sebagai persiapan menuju Kejurnas Pagarnusa akhir November mendatang.

"Anak-anakku sekalian, raihlah cita citamu setinggi tingginya. Apakah kalian ada yang ingin menjadi gubernur, bupati-walikota atau bercita cita ingin menjadi Presiden, maka kuncinya harus ikhlas," kata Khofifah.

Khofifah tak lupa menyemangati sekaligus mengungkap sejarah panjang dalam karier politiknya dimana pada usia 27 tahun sudah menjadi anggota DPR RI, ketua fraksi dan ketua Komisi.

Mantan menteri sosial sekaligus petahana gubernur Jatim ini mengisahkan bahwa pada saat itu dirinya disodori formulir dari tiga partai yakni PPP, Golkar dan PDI.

"Sempat menolak semua tawaran, tapi PPP paling rajin menanyakan dan sampai akhirnya menjadi anggota DPR melalui PPP."

"Saya hanya ingin mengajak anak anakku bahwa Pagar Nusa selain pendekarnya NU, harus berjiwa kependekaran, juga harus ikhlas bela negara dan ikhas melindungi ulama," kata Khofifah, lal mengajak semua untuk bersholawat bersama sama dengan nyanyian, Fatayat pemudi NU, Ansor Pemuda NU dan Pagarnusa pendekar NU.

Kejurwil tersebut diikuti ratusan pesilat Pagar Nusa yang mempertandingkan 10 kelas putra/putri. Cabang Pagar Nusa Sidoarjo diketahui paling banyak menurunkan pesilatnya yakni 84 pesilat.

Khofifah Indar Parawansa menyatakan Kejurwil bukan sekedar menyiapkan atlet menuju Kejurnas, lebih dari itu adalah bagaimana membangun karakter, membangun kedispilinan dan membangun akhlakul karimah anak bangsa dengan cinta tanah air.

"Kejurwil dan kejurnas adalah momentumnya, tapi diluar sana ada proses yang harus ditempa. Ada kualifikasi tertentu disemua jenis. Jadi ada proses yang sangat panjang tidak bisa bim salabim," tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Megapolitan
Cuaca Jakarta Hari Minggu I...

Inter Milan Pesta Gol! Monza Dibungkam 4-1 di Laga Pembuka

42 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
Inter Milan Pesta Gol! Monz...

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

43 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
‘It Ends’: Backrooms Pe...
Olahraga
Hasil Mengejutkan! Tottenha...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.