Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guru Besar Undip Ungkap Pentingnya Pengangkatan Sedimentasi

📅 Jumat, 01 Nov 2024, 22:11 WIB | Oleh:
Guru Besar Undip Ungkap Pentingnya Pengangkatan Sedimentasi Doc: antara

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Dipenogoro, Prof. Dr. Ir. Sutrisno Anggoro, M.S, mengungkapkan sedimentasi yang ada di laut penting untuk diangkat atau dibersihkan guna melestarikan biota yang ada di perairan asin maupun tawar.

"Bukti-bukti waktu hasil penelitian, baik dari LIPI, dari perguruan tinggi. Jadi yang pertama, karena banyak sedimenmasuk ke perairan dan yang paling krusial adalah punahnya pesut ( lumba-lumba air tawar )," kata Sutrisno Anggoro di Jakarta, Jumat.

Hal ini terjadi di perairan Segoro Anak yang ada di Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Hingga kini, binatang yang dilindungi tersebut tidak lagi muncul akibat timbunan sedimen.

Dimana, binatang terdapat di dua lokasi yakni Segoro Anakan dan juga Sungai Mahakam yang terletak di Kalimantan Timur (Kal-Tim). Untuk di Segoro Anakan sudah sejak 2010 sudah tidak pernah lagi terlihat hingga kini.

"Nah kita lihat yang di Segoro Anakan itu sudah punah sejak tahun 2010 dan tidak lagi terlihat. Padahal saya waktu mahasiswa itu sering kalau penelitian praktikum ketemu dengan pesuk air tawar itu," ucap dia.

Menurut dia, kedalaman Daerah Aliran Sungai (DAS) yang merupakan wilayah daratan yang merupakan kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungai. DAS berfungsi untuk menampung, menyimpan, dan mengalirkan air hujan ke danau atau laut itu dahulu bisa mencapai 12-18 meter pada tahun 1972.

Sementara penelitian dia pada tahun 2010, penyusutan DAS di Segoro Anakan menyusut tinggal hanya tersisa tiga meter saja.

"Itu sebabnya pesut nggak mampu bertahan hidup di Segoro Anakan akibat ancaman sedimentasi. Nah nanti sebentar lagi sungai Mahakam tinggal satu-satunya di Indonesia (yang ada pesut)," ujar dia.

Sehingga, jika tidak diperbaiki dengan benar dan cepat maka Indonesia bakal kehilangan biota yang saat ini sangat dilindungi dan terancam punah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.