Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hilirisasi Jangan Korbankan Lingkungan

📅 Kamis, 31 Okt 2024, 21:24 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Hilirisasi Jangan Korbankan Lingkungan Doc: ISTIMEWA
Ket. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti - Untuk mengejar target pertumbuhan hingga delapan persen, hilirisasi memang menjadi salah satu opsi tepat dan realistis.

JAKARTA - Hilirisasi dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal seperti yang dialami Provinsi Maluku Utara. Daerah ladang sumber daya nikel tersebut mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia pada 2023. Namun, hilirisasi perlu memperhatikan keseimbangan ekologis. Lingkungan jangan sampai menjadi korban.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, mengakui untuk mengejar target pertumbuhan hingga delapan persen, hilirisasi memang menjadi salah satu opsi tepat dan realistis.

Dia mengakui hilirisasi memang memberi benefit karena adanya nilai tambah yang diperoleh. Namun, dia memperingatkan upaya mengejar target pertumbuhan di atas enam persen harus memperhatikan keseimbangan alam. "Jangan sampai lingkungan menjadi korban dari kerja keras mengejar target pertumbuhan ekonomi," tegas Esther kepada Koran Jakarta, Kamis (31/10).

Seperti diketahui, proyek-proyek hilirisasi nikel dinilai menimbulkan dampak yang sangat serius terhadap masyarakat di Maluku Utara. Hal itu termuat dalam laporan berjudul Daya Rusak Hilirisasi Nikel: Kebangkrutan Alam dan Derita Rakyat Maluku Utara yang disusun oleh Forum Studi Halmahera (Foshal), Trend Asia, dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) beberapa waktu lalu.

Dari laporan tersebut, ada 58 izin konsesi nikel di Maluku Utara dengan luas 262.743 hektare (ha). Di Pulau Halmahera terdapat 28 izin nikel. Di Halmahera Tengah, izin konsesi tambang bahkan memenuhi hampir setengah dari total luas wilayah kabupaten.

Kertas posisi tersebut turut menyoroti rusaknya sejumlah daerah aliran sungai (DAS) di Maluku Utara serta kerusakan perairan hingga melampaui baku mutu akibat limbah industri nikel. Di samping itu, polusi dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara yang melistriki kawasan industri nikel juga mencemari udara Maluku Utara. Kertas posisi tersebut melaporkan praktik industri yang serampangan juga berujung pada rangkaian kecelakaan kerja.

Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye Foshal Julfikar mengatakan data yang dipaparkan dalam kertas posisi tersebut menunjukkan fakta yang berkebalikan dari klaim pemerintah yang menggadang-gadang hilirisasi nikel untuk kemakmuran.

Juru Kampanye Energi Trend Asia, Novita Indri, menuturkan Indonesia perlu menyeimbangkan kebutuhan atas pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan pelibatan masyarakat, serta merealisasikan transisi energi berkeadilan.

Ekonomi Tumbuh

Sementara itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memberikan mandat kepada Kabinet Merah Putih untuk menyukseskan program hilirisasi.

"Tadinya Maluku Utara ekspor bahan mentah dalam bentuk nikel ore, dengan adanya program hilirisasi kita menghasilkan dari nikel itu ada dua komponen, yang pertama itu adalah nikel, yang kedua kobalt," ujarnya pada acara Peresmian BBM Satu Harga di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Kamis (31/10).

Dengan melakukan hilirisasi, sambung Yuliot, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada 2023 mencapai 20,49 persen, yang menjadikan Maluku Utara dengan pertumbuhan perkonomian tertinggi di dunia. Bahkan pada 2022, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara berada pada angka lebih dari 22 persen.

"Kalau kita lihat aliran investasi hilirisasi untuk Maluku Utara Pada Januari sampai dengan September 2024 ini, aliran investasi yang masuk dalam rangka hilirisasi di Maluku Utara lebih kurang sekitar 55 triliun rupiah, karena nikel dan kobalt ini diperlukan untuk ekosistem kendaraan listrik," imbuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.