Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementan dan Kemendiktisaintek Sinergi untuk Swasembada Pangan

📅 Rabu, 30 Okt 2024, 00:03 WIB | Oleh:
Kementan dan Kemendiktisaintek Sinergi untuk Swasembada Pangan Doc: ANTARA/ARIF FIRMANSYAH
Ket. SWASEMBADA PANGAN

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersinergi untuk mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan kolaborasi ini akan melibatkan seluruh perguruan tinggi di Indonesia, untuk menghadirkan inovasi serta teknologi yang mampu mewujudkan swasembada pangan dalam waktu empat tahun.

"Hari ini ada lima perguruan tinggi, kita kontrak benih unggul, bibit unggul, dengan teman-teman dari perguruan tinggi. Karena kita butuh inovasi baru. Contohnya ada benih dari IPB benih padi, IPB 3S, itu produktivitasnya bisa 13 ton," ujar Mentan, di Kantor Kementan Jakarta, Selasa (29/10).

Seperti dikutip dari Antara, Mentan mengatakan untuk kerja sama awal, Kementan melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama lima universitas negeri, yakni Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Syiah Kuala.

Berbagai Sektor

Amran menyampaikan kerja sama ini tidak hanya sebatas pengembangan bibit, tetapi juga meliputi berbagai sektor di pertanian dan peternakan.

"Yang terpenting sekarang adalah ada sumber daya alam, ada teknologi, kemudian ada milenial 52 persen, mahasiswa alumni-alumni, ini kita optimalkan sehingga menghasilkan produk terbaik," kata Amran.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Satryo Soemantri Brodjonegoro, menyampaikan Kemendiktisaintek mendukung upaya Kementan dalam mewujudkan swasembada pangan.

Satryo mengatakan pihaknya akan membantu pemerintah dengan menyediakan peneliti yang ahli di bidang pertanian untuk mengembangkan inovasi terbaru.

"Kami di Diktisaintek memberikan keleluasaan dosen dan mahasiswa untuk melakukan program-program yang mendukung swasembada pangan, tapi dalam hal yang sama juga dia mampu meningkatkan pengetahuan dan keahliannya," ujar Satryo.

Satryo optimistis kolaborasi ini dapat mempercepat swasembada pangan yang diharapkan Presiden Prabowo. Sebelumnya, Mentan menyatakan komitmen siap memperjuangkan mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia, dengan fokus pada peningkatan produksi dan perluasan areal pertanian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.