Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengelolaan Kekayaan Alam Masih Untungkan Segelintir Kelompok

📅 Selasa, 29 Okt 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pengelolaan Kekayaan Alam Masih Untungkan Segelintir Kelompok Doc: Sumber: Kementerian Pertanian, BPS

JAKARTA - Utusan Khusus Presiden bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, mengatakan Presiden Prabowo Subianto menginginkan kekayaan alam dikelola untuk kemakmuran rakyat. "Presiden ingin mengembalikan kepada Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 bahwa bumi, kekayaan alam ini harus diperuntukkan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat sebesar-besarnya," kata Mardiono.

Menanggapi pernyataan Mardiono itu, Ketua Pergerakan Advokat, Heroe Waskito, mempertanyakan bagaimana pengelolaan kekayaan alam selama ini telah dilakukan. "Kalau sekarang dikatakan kekayaan alam harus dikelola untuk rakyat, pertanyaannya adalah, selama ini seperti apa pengelolaannya? Apakah benar-benar sudah mengutamakan kepentingan rakyat atau hanya dinikmati segelintir pihak?" kata Heroe dalam pernyataannya, Senin (30/10).

Heroe mengungkapkan bahwa pernyataan seperti itu sudah sering terdengar dari pejabat negara, namun kenyataannya masih banyak wilayah kaya sumber daya yang masyarakatnya justru hidup dalam kondisi yang memprihatinkan.

"Kalau kita lihat daerah- daerah tambang, banyak masyarakat sekitar yang justru terpinggirkan. Seharusnya, manfaat ekonomi langsung dirasakan oleh masyarakat setempat, bukan hanya perusahaan besar," tegasnya. Pengelolaan kekayaan alam, jelasnya, membutuhkan transparansi dan akuntabi l i tas. "Kita perlu pengawasan ketat dan regulasi yang jelas untuk memastikan kekayaan alam benar-benar memberikan dampak positif bagi rakyat.

Jangan sampai kebijakan ini hanya sekadar wacana tanpa implementasi nyata," kata Heroe. Dia juga mendesak pemerintahan Prabowo untuk serius memberantas tambang ilegal yang terbukti menyengsarakan rakyat dan merugikan negara hingga ratusan triliun.

Sangat Bervariasi

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Atma Jaya, YB Suhartoko, mengatakan kekayaan alam di Indonesia belum sepenuhnya memberi kemakmuran buat rakyat. Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar, sebenarnya mempunyai keragaman kekayaan alam dalam pangan yang sangat bervariasi.

Dari pangan, dahulu makanan pokok beras, jagung, sagu, gaplek, dan masih banyak lagi. "Namun perkembangan saat ini semua daerah mengonsumsi beras, akibatnya mewujudkan swasembada beras dibutuhkan usaha yang sangat keras. Lebih baik diupayakan lagi secara bertahap melakukan diversifikasi pangan berdasarkan kemampuan produksinya," kata Suhartoko. Indonesia juga memiliki kekayaan hayati dari lautan yang luas sebagai sumber protein.

Peneliti Ekonomi Celios, Nailul Huda, juga mengakui kalau pengelolaan kekayaan alam belum memberi kemakmuran buat rakyat Indonesia. "Jika kita melihat praktik di sektor hilirisasi, nampaknya kita masih jauh dari amanat Undang-Undang bahwa kekayaan alam dikelola untuk kemakmuran rakyat. Praktik pengerukan sumber daya mineral seperti nikel dan timah hanya menguntungkan segelintir pihak, seperti perusahaan dan individu tertentu," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Jakarta International Photo Festival 2026

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Jakarta International Photo...
Daerah
Pembagian paket sembako gra...
Ekonomi
Produksi tepung tapioka men...
Luar Negeri
Hubungan dengan AS Memburuk...
Daerah
Bendungan Ameroro pasok air...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.