Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ini yang Dilakukan Bupati Sukabumi agar Tidak Ada Lagi Kasus Stunting Baru

📅 Sabtu, 26 Okt 2024, 00:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini yang Dilakukan Bupati Sukabumi agar Tidak Ada Lagi Kasus Stunting Baru Doc: ANTARA/Aditia A Rohman
Ket. Ini yang Dilakukan Bupati Sukabumi agar Tidak Ada Lagi Kasus Stunting Baru

Sukabumi - Bupati Sukabumi Marwan Hamami menargetkan tidak ada lagi kasus stunting baru atau zero new stunting di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat melalui berbagai program percepatan penanganan stunting.

"Hingga akhir 2024 kami optimistis angka stunting bisa 14 persen meskipun saat ini masih berada di 27 persen, tetapi melihat progres di lapangan dan hasil kinerja tim percepatan penanganan stunting (TPPS) yang dibantu oleh berbagai instansi non-pemerintah, badan usaha, komunitas hingga relawan target tersebut bisa tercapai dan tidak ada lagi kasus stunting baru," katanya di Sukabumi, Jumat.

Menurut Marwan, agar target tersebut tercapai maka intervensi terhadap bayi atau balita berpotensi maupun positif stunting serta ibu hamil kurang energi kronis (KEK) harus ditingkatkan.

Namun demikian, intervensi tersebut harus tepat sasaran untuk itu data terkait temuan dan potensi stunting harus benar-benar lengkap serta terperinci dengan tujuan untuk mempermudah dalam melakukan intervensi salah satunya melalui pemberian makanan bergizi, vitamin dan lainnya.

Kemudian, TPPS harus rutin melakukan edukasi dan sosialisasi tentang pencegahan stunting yang berkolaborasi dengan kader puskesmas ataupun posyandu.

Ia pun menekankan tenaga kesehatan mampu mengevaluasi berbagai program kesehatan yang terintegrasi dan menyelesaikan berbagai isu kesehatan khususnya stunting.

Selain itu, tenaga kesehatan sebagai ujung tombak pembangunan manusia khususnya di bidang kesehatan harus memiliki inovasi atau terobosan yang membawa perubahan sosial secara signifikan terhadap lingkungan dan masyarakat.

"Terus tingkatkan pelayanan dan bantu kondisi kesehatan di wilayah dan tenaga kesehatan pun harus selalu mencermati berbagai isu kesehatan di wilayah tugasnya," tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Agus Sanusi mengatakan ada empat indikator yang harus dimiliki seorang tenaga kesehatan diantaranya indikator promosi, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

Apabila empat indikator tersebut terpenuhi maka angka stunting bisa terus berkurang dan tidak ada lagi kasus baru serta mampu mencetak generasi bangsa yang berkualitas untuk menyongsong Indonesia Emas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.