Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perwakilan Korut di PBB Bantah Pyongyang Kirim Pasukan ke Russia

📅 Selasa, 22 Okt 2024, 14:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perwakilan Korut di PBB Bantah Pyongyang Kirim Pasukan ke Russia Doc: ST/AFP
Ket. Perwakilan Korea Utara menepis klaim Seoul dengan menyebutnya sebagai "rumor tak berdasar".

PBB - Korea Utara tidak mengirimkan pasukan ke Russia untuk membantu Moskow memerangi Ukraina, kata salah satu perwakilannya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Senin (21/10), menyebut klaim Seoul sebagai "rumor yang tidak berdasar".

Jumat lalu, Badan mata-mata Seoul mengatakan Pyongyang mengirim pasukan "berskala besar" untuk membantu sekutunya, mengklaim 1.500 pasukan khusus sudah berlatih di Timur Jauh Russia dan siap untuk segera menuju garis depan perang Ukraina.

"Mengenai apa yang disebut kerja sama militer dengan Russia, delegasi saya tidak merasa perlu mengomentari rumor stereotip yang tidak berdasar tersebut," kata seorang perwakilan Korea Utara dalam sebuah pertemuan komite selama Majelis Umum PBB.

Klaim Seoul tersebut "ditujukan untuk mencoreng citra DPRK (Korea Utara) dan merusak hubungan yang sah, bersahabat, dan kooperatif antara dua negara berdaulat," kata perwakilan tersebut dalam pertemuan yang diadakan Senin malam di New York.

Pyongyang dan Moskow telah menjadi sekutu sejak berdirinya Korea Utara setelah Perang Dunia II, dan semakin dekat sejak invasi Russia ke Ukraina tahun 2022. Seoul dan Washington telah lama mengklaim bahwa Kim Jong Un telah mengirim senjata untuk digunakan di Ukraina.

Media pemerintah Korea Utara belum mengomentari dugaan pengerahan pasukan tersebut.

Russia juga belum mengonfirmasi pengerahan pasukan, tetapi membela kerja sama militernya dengan Korea Utara.

Setelah Seoul memanggil duta besar Moskow di Korea Selatan untuk mengajukan keluhan, utusan tersebut "menekankan bahwa kerja sama antara Russia dan Korea Utara... tidak ditujukan untuk melawan kepentingan keamanan Korea Selatan."

Baik NATO maupun AS belum mengonfirmasi pengerahan pasukan tersebut, tetapi keduanya menganggapnya sebagai eskalasi yang berpotensi berbahaya dalam konflik Ukraina yang telah berlangsung lama.

"Kami telah melihat laporan bahwa DPRK telah mengirim pasukan dan bersiap untuk mengirim tentara tambahan ke Ukraina untuk bertempur bersama Russia," kata Robert Wood, duta besar AS untuk PBB, kepada Dewan Keamanan.

"Jika benar, ini menandai perkembangan yang berbahaya dan sangat memprihatinkan serta jelas memperdalam hubungan militer DPRK-Russia," kata Wood.

Amerika Serikat dan sekutunya telah menyuarakan kekhawatiran tentang Korea Utara yang menyediakan senjata kepada Rusia, yang menginvasi Ukraina pada Februari 2022.

Mendesak Penarikan Pasukan Segera

Pemerintah Korea Selatan "mengutuk keras" Korea Utara pada hari Selasa, mendesak agar pasukan Korea Utara segera ditarik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ariana Grande Beri Hibah Bantuan Anak-Anak Gaza

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Ariana Grande Beri Hibah Ba...
Luar Negeri
Tiongkok Merebut Gelar Supe...
Rona
Bernadya Rilis Album Kedua ...
Luar Negeri
Tiongkok Luncurkan Satelit ...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.