Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investasi Masih Boros, RI Harus Turunkan ICOR ke Level 4 Persen

📅 Senin, 14 Okt 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Investasi Masih Boros, RI Harus Turunkan ICOR ke Level 4 Persen Doc: Sumber: BPS - koran jakarta /ones

JAKARTA - Pemerintah ke depan harus berupaya menurunkan angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) hingga ke tingkat paling bawah agar bisa keluar dari perangkap negara berpendapatan menengah (middle income trap). Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, mengatakan ICOR menunjukkan efisiensi investasi. Jika ICOR Indonesia saat ini masih mencapai 6 persen, hal itu menunjukkan investasi selama ini masih dalam kategori boros.

"Artinya, investasi saat ini belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi," tegas Esther. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen, Esther memperkirakan dibutuhkan ICOR sekitar 4 persen dengan target investasi sekitar 49 ribu triliun rupiah selama lima tahun, yang terdiri dari 2.000 triliun rupiah per tahun dari penanaman modal asing (PMA) dan selebihnya dari penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Untuk meningkatkan investasi, dia menyarankan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), membangun infrastruktur dan fasilitas publik lainnya, penyederhanaan prosedur birokrasi dan regulasi, stimulasi dan optimalisasi sektor produktif yang bernilai tambah tinggi. Selain itu juga perlu optimalisasi kebijakan energi, promosi investasi dan teknologi serta perkuat riset, inovasi dan pengembangan.

Tingkat Bawah

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa, dalam CEO Forum akhir pekan lalu, mengatakan penurunan ICOR dengan melakukan efisiensi melalui digitalisasi dan perbaikan birokrasi tidak akan maksimal jika derapnya hanya sebatas di tingkat nasional.

Perbaikan harus ditingkatkan dan dikerjakan sampai di tingkat yang paling bawah. "Derap itu harus dirasakan dan juga mendapatkan respons dari publik," kata Suharso. Angka ICOR Indonesia saat ini masih tinggi yaitu di level enam. Dengan angka tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai lima persen.

Apabila angka ICOR Indonesia bisa turun ke level lima maka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai enam persen. ICOR merupakan perbandingan antara per tumbuhan ekonomi dengan investasi yang dibutuhkan untuk mencapai pertumbuhan tersebut. Dari ICOR tersebut berarti setiap satu persen pertumbuhan PDB, maka Indonesia membutuhkan enam persen kenaikan investasi. Suharso optimistis bahwa RI bisa lepas dari middle income trap karena Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 yang lebih kuat secara kuantitatif.

Selain itu, Bappenas juga melakukan analisis dan menjalin kerja sama dengan universitas-universitas terbaik di dunia seperti Harvard untuk melakukan diagnosis pertumbuhan atau diagnostic growth sedemikian rupa apakah Indonesia sudah berjalan pada rel yang benar, disebabkan Indonesia harus juga melakukan perbandingan dengan negara- negara lain. Dia mengambil contoh bagaimana Tiongkok pada tahun depan akan naik kelas menjadi negara dengan pendapatan tertinggi. Saat ini, pendapatan per kapita Tiongkok hampir menyentuh batas ambang negara pendapatan tertinggi yaitu 14.000 dollar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.