Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi Ancaman Abrasi, PUPR Terus Bangun Pengaman Pantai di Pulau Terluar

📅 Minggu, 13 Okt 2024, 09:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hadapi Ancaman Abrasi, PUPR Terus Bangun Pengaman Pantai di Pulau Terluar Doc: ANTARA/HO - Kementerian PUPR
Ket. Ilustrasi - Pengaman pantai.

JAKARTA - Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus membangun pengaman pantai di wilayah terluar seperti Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

"Pantai di pulau-pulau kecil terluar turut mendukung keamanan NKRI. Banyak pulau kecil terluar di Kabupaten Natuna yang menghadapi ancaman abrasi serius dan berujung pada hilangnya wilayah zona ekonomi eksklusif," kata Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Ditjen SDA Daniel dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (13/10).

Selain menahan ombak, manfaat pengaman pantai penting untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia.

Salah satu pengaman pantai yang telah terbangun berada di Pulau Nipa, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Lokasi pulau yang strategis memungkinkan terjadi sengketa dengan negara tetangga jika tak dijaga dengan optimal.

Oleh sebab itu, pemerintah telah membangun pengaman di sekeliling pulau. Sedangkan penataan pantai dan pengembangan kawasan ekonomi khusus masih menunggu kebijakan lebih lanjut.

Di Kabupaten Natuna, ancaman ombak setinggi 9-10 meter dari Laut Tiongkok Selatan menjadi risiko besar bagi pulau-pulau kecil.

Oleh sebab itu, Ditjen SDA Kementerian PUPR melalui BWS Sumatera IV memperkuat pantai dengan beton untuk melindungi pulau-pulau kecil dari abrasi.

Meski demikian, pembangunan pengaman pantai di pulau kecil terluar tidak terlepas dari tantangan. Pekerjaan pengaman pantai di Pulau Sebetul contohnya, sempat terkendala masalah pengiriman material dari Batam dan pasir dari Kalimantan yang memerlukan waktu setidaknya seminggu untuk sampai.

Saat ini,BWS Sumatera IV berencana menambah panjang revetment (penguatan lereng) untuk Pulau Sebetul sepanjang 250 meter, lalu mengusulkan juga pembangunan pengaman pantai di Pulai Subi Kecil dan Pulau Kepala.

"Masing-masing direncanakan memiliki panjangrevetment300 meter dan 700 meter," kata Daniel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.