Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WTO: Perdagangan Barang Global Akan Tumbuh 2,7% pada 2024

📅 Sabtu, 12 Okt 2024, 00:03 WIB | Oleh:
WTO: Perdagangan Barang Global Akan Tumbuh 2,7% pada 2024 Doc: Koran Jakarta/Ones

JENEWA - Volume perdagangan barang global diproyeksikan tumbuh 2,7 persen pada 2024, menurut Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) dalam laporan terbaru Global Trade Outlook and Statistics yang dirilis pada hari Kamis (10/10).

Proyeksi ini sedikit lebih tinggi dari proyeksi WTO sebelumnya yang dibuat pada April lalu, yakni sebesar 2,6 persen.

Menurut laporan tersebut, perdagangan barang global mengalami tren peningkatan pada paruh pertama (H1) 2024, dengan kenaikan sebesar 2,3 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan ini diperkirakan akan diikuti oleh ekspansi moderat lebih lanjut sepanjang sisa tahun ini hingga 2025.

Seperti dikutip dari Antara, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil global pada nilai tukar pasar diproyeksikan akan tetap stabil di angka 2,7 persen pada 2024 dan 2025.

WTO menyebut pada pertengahan 2024, inflasi telah mengalami penurunan yang memadai untuk memungkinkan bank-bank sentral menurunkan suku bunga.

Penurunan inflasi ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan riil rumah tangga dan menstimulasi belanja konsumen.

Sementara itu, penurunan suku bunga diharapkan dapat mendorong perusahaan- perusahaan untuk meningkatkan belanja investasi mereka.

Perbedaan Kebijakan

Laporan ini juga memperingatkan perbedaan kebijakan moneter di antara negara-negara besar dapat mengakibatkan volatilitas keuangan dan pergeseran arus modal saat bank-bank sentral menurunkan suku bunga.

Situasi ini berpotensi menyulitkan pembayaran utang, terutama bagi negara dengan perekonomian lemah.

"Kami memperkirakan pemulihan bertahap dalam perdagangan global pada 2024, tetapi kami juga tetap waspada terhadap potensi kemunduran, terutama potensi eskalasi konflik regional seperti yang terjadi di Timur Tengah," ujar Direktur Jenderal WTO, Ngozi Okonjo-Iweala.

Ngozi Okonjo-Iweala mengatakan dampaknya bisa sangat parah terutama bagi negara-negara yang terkena dampak langsung.

Selain itu, eskalasi konflik itu juga secara tidak langsung dapat mempengaruhi biaya energi global dan rute pengiriman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”
    Preview komentar:
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
  • Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan
    Preview komentar:
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
  • Night at Museum Ajak Generasi Muda Pelajari Sejarah dan Budaya dalam Suasana Eksklusif
    Preview komentar:
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Menkes Dorong Dokter Indone...

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

50 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.