- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kuatkan Solidaritas Asean ...
Kuatkan Solidaritas Asean Demi Cegah Kolonialisme Baru
Sabtu, 12 Okt 2024, 00:03 WIBJAKARTA - Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Nurul Ichwan menegaskan pentingnya solidaritas dan semangat Asean dalam menghadapi tantangan ekonomi bersama dan mencegah kolonialisme baru.
Ichwan menyebut bahwa kolonialisme barutersebut muncul ketika negara-negara maju berupaya mengeksploitasi sumber daya yang dimiliki kawasan-kawasan berkembang seperti kawasan Asia Tenggara dengan teknologi baru.
"Kalau kita tak menguasai teknologi, sumber daya alam kita miliki bisa dikuasai oleh mereka yang mengendalikan teknologi untuk 'menguasai dunia' dengan nilai tambah yang luar biasa, sementara kita hanya menikmati sumber daya alam dengan harga yang murah," kata Deputi BKPM di Tangerang, Jumat.
Ditemui usai membuka agenda "Forum Bisnis dan Infrastruktur Kawasan Sungai Mekong" dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2024, Ichwan mengatakan bahwa untuk mencegah dampak "kolonialisme baru" itu, negara-negara Asean harus bergerak sebagai satu kekuatan.
Negara-negara Asean patutnya saling berkoordinasi serta saling membantu dalam mengoptimalkan pembangunan sumber daya nasional dan menguasai teknologi baru, ucap Ichwan.
Hal tersebut adalah untuk memastikan semua negara anggota Asean memiliki daya saing dan kemampuan yang sama dalam menciptakan nilai tambah atas sumber-sumber daya di dalam negeri masing-masing.
"Harus ada Semangat Asean yang mencerminkan komitmen anggotanya berbuat bersama demi kebangkitan dan kemakmuran Asean," kata dia.
Ichwan mengatakan, solidaritas Asean juga akan mencegah salah satu anggotanya yang kurang berkembang mengambil inisiatif sepihak untuk "membuat perjanjian bebas dengan negara maju yang justru menguntungkan kepentingan negara maju dan merugikan negara-negara Asean yang lain."
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Kamboja Santo Darmosumarto menyoroti salah satu dampak tiadanya solidaritas Asean adalah anggota-anggotanya akan rentan terhadap diskriminasi dagang di pasar internasional.
"Kita harus bisa kembangkan solidaritas in bersama-sama karena kita berada di posisi yang sama sebagai negara berkembang," kata Santo.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Enam Orang di Jepara Tewas Usai Pesta Miras Oplosan di Kafe Karaoke
-
Ini Jadwal Lengkap Liga Inggris Pekan ke-29: Newcastle vs Manchester United & Wolves vs Liverpool
-
Hasil Liga Italia: Imbang tanpa Gol, AC Milan dan Juventus Tak Beranjak di Klasemen
-
Kebakaran Hanguskan Gudang Katering di Ragunan, Jaksel
-
Sekjen PBB Antonio Guterres: AS Kunci Hentikan Perang Timur Tengah, Isu Kejahatan Perang Menguat
-
Edukasi Gigi dan Mulut di Sekolah, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Sejak Dini
-
Myanmar Merasa Dikucilkan oleh Asean
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.