Filipina Cecar Tiongkok di Pertemuan Asean
📅 Jumat, 11 Okt 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/NHAC NGUYEN AFP
VIENTIANE - Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, mencecar Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, atas bentrokan baru-baru ini di Laut Tiongkok Selatan (LTS) pada pembicaraan puncak regional hari Kamis (10/10) karena kekhawatiran bahwa konflik dapat meletus di jalur perairan yang disengketakan itu.
"Kami (Filipina) terus menjadi sasaran pelecehan dan intimidasi," ucap Presiden Marcos Jr. "Para pihak-pihak (yang bertikai) harus sungguh-sungguh terbuka untuk mengelola perbedaan secara serius dan mengurangi ketegangan," imbuh dia.
PM Li bertemu dengan para pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) yang beranggotakan 10 orang pada pertemuan tingkat tinggi di Laos setelah seharian pembahasan didominasi oleh isu perang saudara Myanmar.
Sebelumnya telah terjadi serangkaian bentrokan hebat antara kapal-kapal Tiongkok dan Filipina dalam beberapa bulan terakhir di perairan sekitar terumbu karang dan pulau-pulau yang disengketakan di LTS.
"Presiden Marcos Jr mengangkat isu tersebut dalam pertemuan dengan PM Li dengan menyatakan bahwa Anda tidak dapat memisahkan kerja sama ekonomi dari keamanan politik," ungkap seorang diplomat Asia tenggara yang menghadiri pertemuan tersebut kepada wartawan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dalam pertemuan itu, Presiden Marcos Jr mengatakan bahwa Asean dan Tiongkok tidak dapat berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja di bidang ekonomi ketika ada ketegangan di bidang politik," imbuh diplomat Asia tenggara tersebut.
Presiden Marcos Jr juga mengatakan kedua pihak harus mempercepat pembicaraan mengenai kode etik di laut.
Sebelumnya pada Rabu (9/10) para pemimpin Asean mengulangi seruan lama mereka untuk menahan diri dan menghormati hukum internasional di LTS, menurut rancangan pernyataan ketua KTT yang dilihat oleh AFP.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meningkatnya frekuensi dan intensitas bentrokan di jalur perairan yang disengketakan tersebut memicu kekhawatiran bahwa situasi dapat meningkat.
"LTS adalah masalah yang nyata dan mendesak, dengan risiko nyata berupa kecelakaan yang dapat berubah menjadi konflik," ucap PM Singapura, Lawrence Wong, menyampaikan kepada para pemimpin negara lainnya dalam pertemuan puncak pada Rabu.
Bentrokan di Laut
Pertemuan dengan PM Li digelar menyusul terjadinya serangkaian bentrokan kekerasan, khususnya dengan Filipina di sekitar Kepulauan Spratly. Sebelumnya dilaporkan bahwa Penjaga Pantai Tiongkok dan kapal-kapal lain telah menabrak, menggunakan meriam air terhadap dan memblokir kapal-kapal pemerintah Filipina.
"Perilaku seperti itu tidak luput dari perhatian publik kita dan juga masyarakat internasional," kata Presiden Marcos Jr. "Kita semua akan membutuhkan upaya bersama dan mendesak untuk mengambil tindakan guna mencegah terulangnya kembali kejadian seperti itu," imbuh dia.
Vietnam juga mengeluarkan kecaman keras bulan ini setelah beberapa nelayannya diserang dan dirampok di Kepulauan Paracel oleh apa yang disebutnya sebagai "pasukan penegak hukum Tiongkok".
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!