Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Apkasindo Minta Harga TBS Petani Harus Setara

📅 Rabu, 09 Okt 2024, 16:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Apkasindo Minta Harga TBS Petani Harus Setara Doc: Istimewa.
Ket. Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo), Gulat Manurung (kiri) bersama Ketua Pembina Dewan Apkasindo, Jend TNI (Purn) Moeldoko (tengah) di sela sela acara pengukuhan pengurus DPP Apkasindo di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (9/10).

JAKARTA-Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo), Gulat Manurung, mendorong kesetaraan harga tandan buah segar (TBS) petani swadaya dengan petani bermitra. Hal ini disampaikan usai dikukuhkan sebagai Ketua Umum DPP Apkasindo oleh Ketua Pembina Dewan Apkasindo, Jend TNI (Purn) Moeldoko di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Rabu (9/10).

Gulat menyatakan, dalam lima tahun terakhir, kepemimpinannya telah memberikan banyak manfaat tidak hanya bagi petani sawit, tetapi juga kepada bangsa dan negara ini.

"Memang masih banyak hal-hal yang harus kita kerjakan kita perjuangkan, salah satunya adalah tentang kesetaraan petani swadaya dengan petani sawit bermitra," kata Gulat.

Gulat menyampaikan, persoalan yang terjadi di lapangan yaitu masalah petani sawit swadaya yang tidak dilindungi oleh satu elemen dalam undang-undang di negara ini.

"Tidak ada satu kata pun disebut petani swadaya. Kami sedih. Padahal, petani swadaya itu dari 16,3 juta hektare 6,87 juta hektare itu petani sawit. Sedangkan, petani bermitra cuma 68 persen atau 410 ribu hektare," ungkap dia.

Gulat berharap, pemerintahan baru merevisi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 01 Tahun 2018 tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun.

Apalagi, kata Gulat, Presiden Terpilih Prabowo Subianto dengan tegas mengatakan akan membela petani sawit swadaya yang tidak mendapatkan haknya.

"Mungkin PR Pak Dirjen yang paling berat, tetapi sekaligus paling ringan adalah bagaimana merevisi Permentan 01, sehingga petani swadaya disebut dalam Permentan tersebut," tegas Gulat.

Gulat menyebutkan, kerugian yang dialami petani swadaya dalam satu minggu terakhir ini mencapai Rp 14,7 juta triliun karena tidak ada kesetaraan harga.

"Kalau hitungan kami bersama Ombudsman satu minggu terakhir kemarin kerugian petani swadaya14,7 triliun karena tidak ada kesetaraan harga," pungkas Gulat.

Ketua Pembina Dewan Apkasindo, Jend TNI (Purn) Dr. Moeldoko pada kesempatan yang sama berharap agar petani didorong untuk meningkatkan produktivitasnya sebab produktivitas petani sawit RI masih kalah dibanding Malaysia.

Petani harus dikenalkan pada teknologi dan bagaimana pengetahuannya menggunakan lahan agar tetap subur,"ucap Moeldoko.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...
Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.