Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peparnas catat kenaikan jumlah atlet para catur di tahun ini

📅 Selasa, 08 Okt 2024, 16:37 WIB | Oleh:
Peparnas catat kenaikan jumlah atlet para catur di tahun ini Doc: ANTARA/Aris Wasita
Ket. Para atlet para catur bersiap bertanding pada Peparnas XVII Solo 2024 di Solo, Jawa Tengah, Selasa (8/10/2024).

Solo - Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) mencatat terjadinya kenaikan jumlah atlet para catur di tahun ini menyusul makin populernya cabang olahraga tersebut.

"Saat ini cabang olahraga para catur makin merekah, karena catur di tingkat Asia boleh dibilang emasnya banyak, termasuk Indonesia," kata Competition Manager Para Catur Budi Santoso di sela pertandingan para catur hari kedua di Peparnas XVII Solo 2024 di Solo, Jawa Tengah, Selasa.

Ia mengatakan para catur Indonesia dikenal oleh lawan-lawan dari luar negeri. Menurut dia, hal itu menjadikan gairah catur meningkat sehingga jumlah peserta makin banyak. Tercatat jika pada Peparnas Papua 2021 jumlah atlet para catur yang bertanding ada 171 orang, saat ini meningkat menjadi 192 orang.

"Para atlet ini dari 32 provinsi. Tahun ini boleh dibilang di luar perkiraan kami. Dari sisi kekuatan sampai saat ini kans-nya masihfifty-fifty, karena baru ronde ketiga," katanya.

Secara total ada 12 ronde yang dipertandingkan pada para catur kali ini. Selain itu ada dua jenis yang dipertandingkan, yakni catur standar dengan durasi permainan 60 menit, sedangkan catur cepat dengan durasi 30 menit.

Sedangkan untuk nomor yang dipertandingkan pada hari ini yakni B1 putra putri yang merupakan atlet tuna netra total, B2/3 putra putri yang merupakan tuna netra namun masih bisa melihat ataulow vision, serta tuna daksa putra dan putri.

"Permainan yang dipertandingkan sama, untuk adu ketrampilan. Untuk permainan tingkat berpikirnya sama, namun tetap menurut kelas masing-masing," katanya.

Salah satu atlet yang merupakan kontingen Provinsi Riau Rudi Setianto menargetkan emas pada para catur kali ini.

"Targetnya medali emas, saya ikut di nomor B1 putra," katanya.

Sebagai persiapan, ia rutin berlatih di rumah. Selain itu, ia juga mengikuti pelatihan di tingkat provinsi selama satu bulan.

Pria yang saat ini berusia 25 tahun tersebut mengaku sudah menyukai catur sejak kelas 2 SMP.

"Sejak mulai tuna netra, kelas 2 SMP, saya dikenalkan guru kelas di SLB. Saya mulai suka sejak saat itu, pernah juga juara I tingkat nasional saat ikut OSN," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Jembatan Donat Dukuh Atas I...
Megapolitan
Meriah! Pengunjung Padati "...
Nasional
Pembangunan monumen galodo ...
Malam Puncak HUT Jakarta 2026: Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus Bundaran HI

Malam Puncak HUT Jakarta 2026: Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus Bundaran HI

26 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.