Duo Ilmuwan AS Raih Nobel Kedokteran atas Penemuan MicroRNA
📅 Selasa, 08 Okt 2024, 10:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Steve Jennings/Getty Images untuk Breakthrough
STOCKHOLM - Ilmuwan AS Victor Ambros dan Gary Ruvkun memenangkan Hadiah Nobel dalam bidang Kedokteran pada hari Senin (7/10) atas penemuan mereka tentang microRNA dan perannya dalam bagaimana gen diatur, memecahkan misteri berusia puluhan tahun, kata Majelis Nobeldi Institut Karolinska Swedia.
Jika regulasi gen tidak berjalan sebagaimana mestinya, hal itu dapat menyebabkan penyakit serius seperti kanker, diabetes, atau penyakit autoimun.
"Penemuan inovatif mereka mengungkap prinsip baru regulasi gen yang ternyata penting bagi organisme multiseluler, termasuk manusia," kata juri.
Ruvkun mengatakan dia terkejut memenangkan hadiah bergengsi itu.
"Ini merupakan perubahan besar," kata profesor berusia 72 tahun di Sekolah Kedokteran Harvard itu kepada AFP setelah menerima berita tersebut melalui panggilan telepon dari panitia hadiah pada Senin dini hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya pernah memenangkanpenghargaanlain di masa lalu, tetapi penghargaan-penghargaan itu sangat sepi jika dibandingkan."
"Sudah ada kru TV dan fotografer, dan 300 pesan email dari teman-teman!" katanya, saat anjingnya menggonggong di pintu depan ketika wartawan berdatangan.
Ruvkun menyampaikan, ia dan Ambros adalah "sahabat karib" dan telah melakukan panggilan video untuk mengucapkan selamat pagi itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami baru saja FaceTime untuk tos. Kami sudah berteman selama bertahun-tahun."
Ruvkun mengatakan kepada AFP, keduanya akan "merayakannya dengan gila-gilaan," memuji Ambros sebagai orang yang "selalu positif dan luar biasa."
KomiteNobelgagal menghubungi Ambros melalui telepon untuk menyampaikan berita tersebut. Ia mendengarnya dari seorang reporter SR yang menelepon.
"Wah, luar biasa! Saya tidak tahu itu," kata profesor berusia 70 tahun di sekolah kedokteran Universitas Massachusetts itu, seraya menambahkan: "Bagus. Luar biasa."
Berbicara dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Massachusetts -- tempat Ambros menjadi profesor -- ia mengatakan meninggalkan telepon genggamnya di lantai bawah dan tidur hingga larut pagi.
"Kami mendapat telepon dari anak laki-laki saya yang menelepon istri saya.... dan berkata: 'Jika kamu mendapat telepon dari seseorang di Swedia, angkat saja'," kata Ambros, menjelaskan bahwa orang-orang sudah mulai mencoba menghubungi anaknya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!