Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WHO Setujui Uji Diagnostik Mpox Pertama Digunakan

📅 Sabtu, 05 Okt 2024, 00:00 WIB | Oleh:
WHO Setujui Uji Diagnostik Mpox Pertama Digunakan Doc: ISTIMEWA
Ket. World Health Organisation (WHO)

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO) pada hari Rabu (3/10) menyetujui tes diagnostik mpox pertama untuk penggunaan darurat guna memperluas akses ke pengujian medis dengan segera.

Badan tersebut memberikan persetujuan untuk penggunaan darurat unit polymerase chain reaction (PCR) Abbott Laboratories. Uji tersebut memungkinkan deteksi DNA virus mpox dari usapan lesi kulit manusia, kata WHO, seraya menambahkan uji tersebut dirancang untuk digunakan oleh personel laboratorium klinis pelatihan.

Dikutip dari The Straits Times, badan tersebut mengatakan sedang meluncurkan tiga tes diagnostik mpox baru untuk daftar penggunaan darurat atau emergency use listing (EUL) dan juga berdiskusi dengan negara lain untuk memperluas ketersediaan alat diagnostik mpox.

Perusahaan farmasi Swiss, Roche, dan perusahaan diagnostik Amerika Serikat, Labcorp, termasuk di antara perusahaan yang berupaya meningkatkan kapasitas laboratorium pengujian untuk mpox.

Prosedur EUL adalah penilaian berbasis risiko terhadap vaksin, terapi, dan diagnostik yang tidak berlisensi untuk mempercepat ketersediaannya selama keadaan darurat kesehatan masyarakat.

Pada bulan Agustus, WHO meminta produsen untuk menyerahkan produk mereka untuk observasi darurat dan berdiskusi tentang perlunya diagnostik yang efektif, terutama pada kelompok rendah.

Kasus Pertama di Ghana

Sementara itu, layanan kesehatan di Ghana telah melaporkan kasus mpox pertama di negara itu tahun ini, tanpa mengungkapkan varian mana yang telah direkam.

Seorang pejabat kesehatan mengatakan pengujian sedang dilakukan untuk menentukan apakah virus mpox bentuk klade Ib telah memicu kekhawatiran global, karena tampaknya menyebar dengan cepat dan sedikit yang diketahui tentang jenis tersebut.

Ghana sebelumnya mencatat kasus mpox pada tahun 2022 dan 2023. "Pasien adalah seorang pria muda, dengan demam, ruam, dan nyeri tubuh. Dikatakan bahwa 25 kontak telah diidentifikasi dan sedang dipantau," bunyi pernyataan tersebut.

WHO menyatakan mpox sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat global untuk kedua kalinya dalam dua tahun pada bulan Agustus, menyusul wabah infeksi virus di Republik Demokratik Kongo yang telah menyebar ke negara-negara tetangga.

Dua jenis mpox tengah menyebar, varian klade I, yang endemik di beberapa wilayah Afrika Barat dan Tengah, dan klade Ib baru, yang menyebar lebih mudah melalui kontak dekat, termasuk hubungan seksual.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...

Prabowo Bawa 3 Pesan Indonesia di KTT BRICS 2026

1.5 jam yang lalu | Andes Tanjung

Luar Negeri
Prabowo Bawa 3 Pesan Indone...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.