Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani Diminta Genjot Produksi Ubi Kayu

📅 Selasa, 01 Okt 2024, 03:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petani Diminta Genjot Produksi Ubi Kayu Doc: ANTARA/Mansyur
Ket. Produksi ubi kayu dipasok petani ke Pasar Rangkasbitung Kabupaten Lebak.

LEBAK - Para petani diminta meningkatkan produksi singkong atau ubi kayu karena harga di pasaran relatif baik. Harga singkong sekitar 5.000 perkilogram. "Saya kira harga ubi kayu melonjak dari 2.000 per kilogram," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, di Rangkasbitung, Lebak, Senin.

Pemerintah daerah mendorong petani agar memperluas tanaman singkong guna menggenjot produksi karena permintaan pasar cenderung meningkat.

Areal lahan tidur yang tidak produktif agar dimanfaatkan untuk ditanami singkong. Ini akan dapat memenuhi ketersediaan pangan dan peningkatan ekonomi.

Berdasarkan data produksi ubi kayu Januari sampai 25 September di Lebak mencapai 26.420 ton dari panen seluas 2.000 hektare. Petani mengembangkan ubi kayu di lahan-lahan darat. Ada juga tumpang sari dengan tanaman jagung dan padi huma.

Ubi kayu bisa dijadikan bahan makanan camilan seperti getuk, keripik, opak, combro, misro, bolu, rebus, dan gorengan. Selain itu, juga ubi kayu bisa dijadikan bahan baku tepung tapioka yang dipasok ke Lampung.

"Kami minta petani agar mengembangkan tanaman ubi kayu guna memenuhi ketersediaan pangan dan peningkatan ekonomi keluarga," pinta Deni. Menurut dia, potensi pengembangan tanaman singkong cukup luas karena merupakan daerah agraris.

Selain itu, singkong tidak perlu banyak perawatan karena mudah tumbuh subur tanpa pupuk. Para petani di 28 kecamatan hampir semuanya menanam singkong, tetapi jumlahnya masih kecil. Selama ini, petani biasa memasok singkong ke Pasar Rangkasbitung, Tangerang, dan Jakarta.

"Kami berharap ke depan Lebak memiliki pabrik tapioka sehingga dapat menampung produksi singkong dari petani," harap dia. Junaedi (55) seorang petani dari Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, mengaku mengembangkan tanaman singkong seluas 2 hektare milik perusahaan swasta. Dia bisa menghasilkan produksi sekitar 30 ton per hektare.

Pertanian singkong setelah panen selama 11 bulan dijual ke penampung dengan harga 4.000 per kilogram. "Kami bisa menghasilkan pendapatan ekonomi 120 juta dari produksi singkong 30 ton dengan harga 4.000 per kilogram," katanya. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.