Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Intrusi Udara Hangat Perparah Perubahan Iklim

📅 Selasa, 01 Okt 2024, 06:25 WIB | Oleh:
Intrusi Udara  Hangat Perparah Perubahan Iklim Doc: Wikimedia

Dalam penelitian untuk mengungkap penyebab udara bersih di stratosfer Antartika, para peneliti Leibniz Institute for Tropospheric Research (TROPOS) mengamati kandungan aerosol di lapisan itu. Namun meskipun lebih banyak aerosol yang diamati di lapisan atas atmosfer daripada yang diharapkan, lapisan bawahnya terbukti sebersih yang diasumsikan.

Dari pengukuran berkelanjutan memungkinkan tim untuk menyaksikan pertumbuhan awan. Misalnya, awan fase campuran stabil yang terdiri dari kristal es dan tetesan air yang tertanam dalam lapisan aerosol laut diamati selama periode 10 jam.

"Pengukuran kami mengkonfirmasi bahwa hampir semua partikel berfungsi sebagai inti awan, baik untuk membentuk tetesan awan maupun kristal es. Oleh karena itu, pertumbuhan awan dibatasi oleh jumlah partikel," ujar Dr Patric Seifert, ilmuwan dari TROPOS.

Ia menambahkan, jika ada lebih banyak partikel, misalnya, karena lebih banyak udara yang tercemar mengalir ke Antartika, maka akan ada lebih banyak tetesan dan kristal es di awan, yang akan mengubah masa hidup mereka dan menyebabkan efek yang belum diketahui pada cuaca dan iklim.

Para peneliti menemukan, udara hangat dari garis lintang yang lebih rendah dapat memperparah perubahan iklim di Antartika. Oleh karena itu, penting untuk dapat menganalisis dua intrusi udara hangat ekstrem secara terperinci.

Satu dengan hujan salju lebat pada bulan April, yang menghasilkan 10 persen dari hujan salju sepanjang tahun, dan yang kedua dengan suhu maksimum yang memecahkan rekor dan lapisan es tebal di tanah akibat gerimis yang sangat dingin pada bulan Juli. Selama periode hangat ini, suhu naik hingga -2,3 derajat Celsius pada tanggal 6 Juli 2023.

"Ini adalah suhu tertinggi yang tercatat pada bulan Juli di Stasiun Neumayer Antartika Jerman sejak pengamatan berkelanjutan dimulai pada tahun 1982. Ini berarti bahwa di sana tidak pernah sehangat ini di tengah malam kutub, puncak musim dingin Antartika," jelas ilmuwan TROPOS, Dr Martin Radenz.

Suhu yang luar biasa tinggi ini menyebabkan gerimis yang sangat dingin. Di permukaan, lapisan es bening sekitar 2 milimeter terbentuk di atas salju dari hari sebelumnya. "Apa yang sering terjadi di sini, di Eropa tengah, pada musim dingin sangat tidak biasa bagi Antartika selama malam kutub yang gelap. Biasanya, suhu di Stasiun Neumayer III berada di bawah minus 30 derajat Celsius pada bulan Juli. Pengamatan kami di atas lapisan es adalah yang pertama dari jenisnya," tegas Radenz.

Tidak butuh waktu lama hingga nilai pengukuran penginderaan jarak jauh juga diakui oleh Institut Alfred Wegener yang mengoperasikan stasiun Neumayer. Penerapan OCEANET-Atmosphere hanyalah awal dari rangkaian pengukuran profil jangka panjang di bagian Antartika ini. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

27 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.