Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini Penjelasannya Kenapa KPU Sebut Beban Kerja KPPS Berkurang di Pilkada Denpasar

📅 Minggu, 29 Sep 2024, 04:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini Penjelasannya Kenapa KPU Sebut Beban Kerja KPPS Berkurang di Pilkada Denpasar Doc: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari
Ket. Komisioner KPU Denpasar Randy Gusas diwawancara soal rekrutmen KPPS Pilkada Serentak di Denpasar, Sabtu (28/9/2024).

Denpasar - Komisioner KPU Denpasar Randy Gusas mengatakan beban kerja kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Pilkada Serentak 2024 berkurang dibandingkan saat Pemilu Februari lalu.

"Tugas pokoknya sama, cuma beban kerjanya berkurang, pemilih per TPS (tempat pemungutan suara) lebih tinggi tapi secara pemilihan hanya dua jenis yang dihitung," kata dia di Denpasar, Sabtu.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Pengembangan SDM itu mengatakan beban yang berkurang ini diiringi dengan tingginya minat pendaftar sebagai anggota KPPS.

Terhitung hingga hari penutupan pendaftaran, seluruh desa/kelurahan melaporkan keterisian pendaftar sekurang-kurangnya setara dengan jumlah KPPS yang kebutuhan.

"Mayoritas ini mereka sudah mendapat calon anggota minimal satu kali kebutuhan yaitu satu TPS-nya tujuh orang, sejauh ini ada beberapa desa kelebihan 2-3 orang," ujar Randy.

Pada Pilkada Serentak ini jumlah KPPS yang dibutuhkan KPU Denpasar berkurang, dari sebelumnya di Pemilu terdapat 1.887 TPS menjadi 1.001 TPS.

"Pengurangannya cukup signifikan karena kemarin satu TPS hanya 300 orang daftar pemilih tetapnya, sekarang maksim 600 orang atau dua kali lipatnya," kata dia.

Sejauh ini tak ada kendala KPU Denpasar dalam proses rekrutmen badan adhoc ini, namun yang diantisipasi di Pilkada Serentak adalah kedekatan psikologis panitia dengan pasangan calon.

Selain itu berkaca dari Pemilu lalu, KPU melakukan evaluasi terhadap anggota KPPS terdahulu.

Randy melihat meskipun jenis surat suara yang dipilih di pilkada lebih sedikit, masih saja ia menemukan anggota KPPS yang tidak memahami regulasi.

"Ada yang KPPS-nya sudah berpengalaman tapi regulasi tidak dibaca itu catatan kami, ini perlu ditata kembali bagaimana penerjemahan regulasi dari KPU ke PPK, PPS, kemudian ke KPPS," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.